BORNEONEWS, Pulang Pisau - Anggota DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Dewi Sartika mengimbau orang tua mengawasi anak-anak dalam menggunakan media sosial.
Hal ini lantaran maraknya kekerasan terhadap perempuan berbasis elektronik dengan rata - rata korban sering kali dibawah umur dan masih berstatus bersekolah.
Dewi menambahkan perlu diperhatikan dan diawasi ketika anak - anak menggunakan handphone dan jangan sampai digunakan untuk hal - hal yang negatif.
"Penggunaan handphone bagi anak - anak mestinya dibatasi dan diawasi, karena kejahatan saat ini sering terjadi melalui media sosial yang tentunya bisa di akses melalui handphone," kata Dewi, Sabtu, 15 Febuari 2025.
Srikandi Partai Persatuan Pembangunan ini juga menegaskan zaman sekarang anak - anak muda, kaum milenial biasa menggunakan handphone untuk berkenalan dengan lawan jenis dan akhirnya berpacaran.
"Pada usia yang masih labil, anak perempuan biasanya akan mudah untuk dikelabui atau diiming - imingi mengatasnamakan pacaran, dan akhirnya bisa terjadi kekerasan berbasis elektronik," ujarnya.
Dijelaskan Dewi bahwa kekerasan elektronik yang dimaksud, seperti mengirimkan video atau foto yang tidak seharusnya, kepada laki -laki atau sebaliknya yang akhirnya dapat menjerat pada proses hukum.
"Biasanya kasus seperti ini anak yang masih labil dan rentan dan mudah sekali dirayu, dan akhirnya mau berbuat hal seperti itu karna takut diputuskan misalnya," jelasnya.
Peran sekolah juga penting untuk memberikan edukasi terkait bahaya kepada anak -di sekolah terkait bahaya menggunakan media sosial yang tidak baik
Ia juga mengimbau para anak muda, orang tua dan masyarakat untuk mengawasi penggunaan media sosial pada anak supaya terhindar dari pelecehan dan kekerasan berbasis elektronik.
"Saya berharap semoga kedepannya tidak ada lagi hal-hal yg sering terjadi belakangan ini, Dan peran orang tua sangat penting dalam mengontrol anak yang masih berstatus pelajar," pungkasnya. ( RETHA/R)









