BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, mengusulkan agar mekanisme ujian di sekolah kembali menggunakan cara manual yakni kertas.
Menurutnya, sistem ujian berbasis komputer atau perangkat daring seperti ponsel lebih rentan terhadap kecurangan dan tidak sepenuhnya mencerminkan kemampuan siswa.
"Ujian manual yang diawasi langsung oleh guru di sekolah lebih efektif dalam menjaga integritas hasil pola pikir jawaban siswa," tuturnya, Sabtu, 15 Februari 2025.
Arif juga menyatakan dukungannya terhadap wacana Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, yang berencana menerapkan kembali ujian nasional.
"Pelaksanaan ujian nasional dapat menjadi tolak ukur kompetensi peserta didik dan mencegah lulusan yang tidak memenuhi standar kualitas," ungkapnya
Fraksi Partai PAN ini menilai, tanpa ujian akhir, peserta didik cenderung menjadi malas belajar.
"Ujian nasional tidak seharusnya dianggap memberatkan siswa, melainkan sebagai upaya untuk menciptakan generasi yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi," tutupnya. (MARINI/R)









