PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah telah melakukan penyesuaian dalam berbagai pos belanja operasional dan nonoperasional. Penyesuaian ini dilakukan dengan mengacu pada ketentuan dan arahan dari Kementerian Keuangan.

"Beberapa pos belanja yang mengalami penyesuaian mencakup perjalanan dinas, pengadaan alat tulis kantor, serta kegiatan rapat, seminar, dan sosialisasi. Selain itu, kegiatan seremonial juga ikut disesuaikan guna memenuhi arahan yang diberikan," kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis pada Sabtu, 15 Februari 2025.

Muis menjelaskan bahwa penyesuaian tidak hanya berdasarkan ketentuan dari Kementerian Keuangan, tetapi juga mengikuti arahan dari Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

"Arahan ini diterapkan secara menyeluruh agar penggunaan anggaran dapat lebih efisien dan sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan," katanya.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan bahwa perubahan ini diperlukan untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran.

Selain pos belanja, berbagai kegiatan yang diampu oleh Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional atau KKLP di Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah juga mengalami penyesuaian.

Mekanisme pelaksanaan kegiatan disesuaikan agar lebih efektif dan efisien. Beberapa tim KKLP yang terlibat dalam penyesuaian ini antara lain KKLP Pembinaan dan Bahasa Hukum, KKLP Literasi, KKLP UKBI, dan KKLP Penerjemahan.

"Tim KKLP BIPA, KKLP Perkamusan dan Peristilahan, serta KKLP Pelindungan dan Pemodernan juga turut melakukan penyesuaian sesuai arahan pimpinan. Setiap tim berusaha untuk beradaptasi dengan perubahan yang ada demi mencapai tujuan yang lebih baik. Penyesuaian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan yang diberikan oleh Balai Bahasa kepada masyarakat," jelas Muis.

Diharapkan dengan adanya penyesuaian ini, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dapat lebih responsif terhadap perubahan dan tantangan yang dihadapi.

Fleksibilitas dan adaptabilitas menjadi kunci dalam menghadapi dinamika kebutuhan dan regulasi yang terus berkembang. Ke depan, Balai Bahasa berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyarakat.

"Dengan langkah-langkah penyesuaian ini, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah optimis dapat mengoptimalkan penggunaan anggaran dan meningkatkan efisiensi kerja," tuturnya.
Komitmen untuk transparansi dan akuntabilitas akan terus dijaga demi mencapai hasil yang maksimal dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.(TESTI PRISCILLA/R)