BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan menggelar Gebyar UMKM 2025. Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Kotawaringin Timur ke-72 dan bertujuan untuk memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
"UMKM bukan hanya menjadi tulang punggung perekonomian, tetapi juga simbol kemandirian, kreativitas, dan inovasi masyarakat. Saya sangat mengapresiasi semangat dan kerja keras seluruh pelaku UMKM yang telah berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian daerah," kata Pj Sekda Kotim, Sanggul Lumban Gaol saat membuka Gebyar UMKM, Sabtu malam, 15 Februari 2025.
Selain menjadi ajang pameran produk lokal, Gebyar UMKM Kotim 2025 juga membuka peluang pasar lebih luas melalui kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan sektor swasta. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan berupa pelatihan, akses permodalan, dan perluasan pasar.
Sanggul mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan asosiasi UMKM yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini.
"Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya Gebyar UMKM ini. Kami berharap acara ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan UMKM di Bumi Habaring Hurung," tandasnya.
Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan, Fahrujiansyah, mengungkapkan bahwa Gebyar UMKM 2025 sekaligus menjadi momen peluncuran Swalayan UMKM dengan tema inklusif dan berkelanjutan, tumbuh dan berkembang.
Acara ini akan berlangsung selama satu minggu, mulai 15 Februari hingga 22 Februari 2025, dan tersebar di tiga lokasi utama, yaitu Jalan Yos Sudarso sebagai panggung utama dengan 11 tenda dari 11 asosiasi UMKM di Kotim, Halaman Museum Kayu terdapat pasar rakyat dengan 42 tenda, dan swalayan UMKM sebagai lokasi utama untuk peluncuran swalayan khusus produk UMKM.
Selain pameran dan bazar, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan dan kompetisi, di antaranya lomba tarian daerah, parade musik DJ, parade band, lomba fashion show, parade habsy, zumba dance fit, stand-up comedy, dan penampilan artis Ibu Kota.
"Dengan adanya Gebyar UMKM 2025, kami berharap produk lokal Kotim semakin dikenal luas dan mampu bersaing di pasar nasional hingga global," ujar Fahrujiansyah. (DEWI PATMALASARI/j)









