BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Komisi II DPRD Palangka Raya, Sumadi menyarankan, penataan pedagang di sepanjang Jalan Yos Sudarso, terutama di depan TVRI, Pujasera dan Hotel Dandang Tingang tetap memperhatikan keberlangsung ekonomi masyarakat dan keindahan kota.
"Jalan Yos Sudarso Kota Palangka Raya merupakan salah satu koridor utama dengan nilai historis tinggi, menghubungkan Bundaran Besar dan dikelilingi oleh berbagai perkantoran serta fasilitas umum. Kawasan ini menampung arus lalu lintas yang padat dan keberadaan pedagang kaki lima (PKL)," ujarnya, Minggu, 16 Februari 2025.
Ia meminta Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya untuk mengeluarkan kebijakan yang tepat sasaran dan PKL tetap memiliki lokasi berjualan yang lebih strategis dan tertata.
Di sisi lain, Pemko Palangka Raya juga telah menyediakan Pasar Datah Manuah sebagai lokasi resmi bagi para pedagang. Blok-blok yang masih kosong, alangkah baiknya bisa diisi, sehingga aktivitas ekonomi dapat terpusat dan tertata dengan baik.
"Dengan penataan yang tepat, diharapkan keberlangsungan ekonomi masyarakat dan keindahan tata kota dapat berjalan seiring, menciptakan lingkungan yang harmonis dan produktif bagi seluruh warga Palangka Raya," harapnya.
--page
Adapun usulan lain dari Fraksi Partai Golkar ini, pedagang tetap dapat berjualan tanpa mengganggu lalu lintas dan keindahan kota. Kemudian, Pemko Palangka Raya dan pemerintah daerah dapat menyediakan sentra PKL terpadu lokasi khusus kawasan kuliner atau pusat perbelanjaan yang tertata dengan baik.
Selanjutnya, memanfaatkan lahan kosong atau ruang publik tertentu untuk dijadikan pusat kuliner atau area PKL yang estetik. "Untuk meningkatkan daya tarik lokasi baru, Pemko bisa bekerja sama dengan marketplace online atau aplikasi pemesanan makanan agar pedagang tetap mendapatkan pelanggan meski berpindah dari lokasi lama," tutupnya. (MARINI/Y)









