BORNEONEWS, Palangka Raya – Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian menyebut inflasi tahunan Januari 2025 mencapai 0,76 persen, sementara inflasi bulanan mencatatkan deflasi -0,76 persen.
Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025 bersama dengan leading sektor terkait termasuk Pemprov Kalteng, Senin, 17 Februari 2025.
Tito menyampaikan penyumbang utama deflasi adalah sektor perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang turun 9,16 persen, serta jasa komunikasi dan keuangan yang turun 8,08 persen.
Diskon listrik 50 persen bagi pelanggan di bawah 2200 watt pada Januari-Februari 2025 menjadi salah satu faktor utama penurunan tersebut.
“Namun, harga makanan, minuman, dan tembakau masih naik 1,94 persen, meski kenaikannya masih terkendali,” kata Tito dalam rakor.
Tito Karnavian turut menekankan persiapan moda transportasi menjelang Ramadan dan Idul Fitri Tahun 2025/ 1446 H. Arus lalu lintas libur Idul Fitri Tahun 2025 diprediksi terjadi mulai tanggal 28 Maret 2025 dan arus balik pada tanggal 7 April 2025.
“Pada tanggal 1 Maret 2025 kita sudah memasuki Ramadan dan setelah itu kita akan menghadapi pekerjaan besar yaitu ada libur nasional Idul Fitri yang seperti biasa akan terjadi mobilitas yang sangat tinggi,” tegasnya. (HERMAWAN DP/j)









