BORNEONEWS, Kapuas - Masyarakat Kabupten Kapuas selalu diingatkan agar waspada mengkonsumsi pangan, terutama makanan olahan. Sebab, tidak jarang dalam makanan itu mengandung zat-zat berbahaya seperti formalin yang merupakan bahan beracun.
“Formalin merupakan bahan beracun dan berbahaya bagi kesehatan manusia, jika kandungannya dalam tubuh tinggi, akan bereaksi secara kimia dengan hampir semua zat dalam sel. Sehingga menekan fungsi sel dan mentebabkan kematian sel, dan tentu menyebabkan keracunan pada tubuh,” kata Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPPKP) Kapuas, Suryadinoor, Senin (26/9/2016).
Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kapuas, selalu menyampaikan penyuluhan keamanan pangan kepada masyarakat, untuk konsumen dan juga sebagai pedagang. Salah satunya makanan yang mengadung formalin, perlu diwaspadai yang biasa berada pada jenis produk pangan di antaranya ikan segar, ayam potong, mie basah dan tahu.
Dia juga menyebutkan, kandungan formalin yang tinggi juga menyebabkan iritasi lambung, alergi, menyebabkan kanker, juga menyebabkan perubahan jaringan sel. Juga orang yang mengkonsumsinya akan muntah, diare bercampur darah, kencing bercampur darah, dan kematian yang disebabkan adanya kegagalan peredaran darah.
“Makanya kita selalu ingatkan kepada pedagang dan pembeli, agar waspada makanan mengandung formalin. Biasanya itu digunakan untuk menekan biaya produksi dalam proses pengawetan,” ungkap Suryadinoor.
Untuk memilih makanan seperti tahu, dia menyarankan agar belilah tahu yang mudah hancur bila ditekan, dan paling lama disimpan hanya 2 hari. Sedangkan yang mengadung formalin, tahun akan membal bila ditekan.
“‘Kalu ikan saat mentah daguingnya kenyal, tetapi kalau digoreng keras. Daging jugamudah kita ketahui, seperti daging ayam, kalu lalat tidak mau hinggap, maka perlu dicurigai mengandung formalin, dan daging juga kaku, kalau bisa belilah yang hidup dan langsung dipotong,” terangnya. (DJEMMY NAPOLEON/N).








