SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Stok darah PMI Kotawaringin Timur (Kotim) semakin menipis. Per Senin, 17 Februari 2025, total ketersediaan darah hanya 10 kantong, jauh dari jumlah ideal yang dibutuhkan setiap hari.

“Setiap hari, rata-rata membutuhkan setidaknya 40 kantong darah untuk memenuhi kebutuhan pasien thalassemia, anemia, ibu melahirkan, serta korban kecelakaan yang membutuhkan transfusi darurat,” kata Humas Unit Donor Darah (UDD) PMI Kotim Seniwantoko.

Idealnya, UDD PMI Kotim memerlukan 100 kantong darah per hari atau minimal 30 kantong untuk masing-masing golongan darah. Namun, kondisi saat ini masih jauh dari harapan, terutama untuk golongan darah AB yang paling sulit didapatkan.

Data stok darah PMI Kotim saat ini golongan A tersedia 3 kantong, golongan B ada 3 kantong, golongan O ada 2 kantong, dan golongan AB ada 2 kantong.

Kekurangan stok ini menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, PMI Kotim terus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam donor darah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mendonorkan darahnya. Ini sangat membantu mereka yang membutuhkan transfusi rutin maupun dalam kondisi darurat,” tambah Seniwantoko.

Saat ini PMI Kotim sedang mempersiapkan stok darah untuk kebutuhan bulan ramadhan. Karena saat puasa, pendonor turun drastis hingga 80 persen. Sehingga dirinya mengajak masyarakat yang ingin berdonor langsung datang ke PMI Kotim. 

"Dengan mendonorkan darah, kita tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)