PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka sejalan dengan visi pemerintah Prabowo-Gibran dalam meningkatkan Produk Domestik Bruto atau PDB dan membawa Indonesia menuju Visi Indonesia Emas atau VIE 2045, para kepala daerah diharapkan mampu menggeser paradigma dan mengubah cara berpikir, keyakinan, serta metode menjalankan roda pemerintahan di daerah. 

Politisi PSI Kalimantan Tengah, Eldoniel Mahar menekankan pentingnya transformasi dari pola pikir klasik seorang 'raja kecil pemungut upeti resmi' menjadi 'CEO berorientasi investasi', demi mempercepat kenaikan level perekonomian daerah dalam kurun waktu yang relatif tidak lama.

"Kepala daerah yang memiliki karakter CEO dengan pola pikir modern setidaknya harus memiliki kemampuan untuk mendongkrak pendapatan pemerintah daerah. Ini bisa dilakukan dengan cara menggali, memanfaatkan, dan mengoptimalkan potensi aset yang belum pernah tergarap sebelumnya, sehingga dapat dioperasikan menjadi unit usaha yang menghasilkan pemasukan non retribusi dan pajak," ujar Eldoniel kepada Borneonews pada Selasa, 18 Februari 2025.

Selain itu, Eldoniel juga menambahkan bahwa kepala daerah harus mampu menciptakan berbagai terobosan strategis agar wilayah yang dipimpinnya bisa menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang berefek ganda. Dengan demikian, daerah tersebut bisa berkontribusi besar dalam mendorong peningkatan kesejahteraan warga.

Menurutnya, para kepala daerah harus mampu berpikir inovatif dan mengembangkan strategi yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Tidak kalah penting, Eldoniel juga menekankan perlunya ide-ide kreatif dalam 'memasarkan dan menjual' wilayahnya untuk menarik minat para investor dan pelaku usaha.

"Para kepala daerah harus mampu menarik investor untuk datang dan mengembangkan bisnis di wilayah mereka. Dengan demikian, akan tercipta lebih banyak lapangan kerja dan peningkatan perekonomian daerah," tegas Wakil Ketua PSI Kalteng ini.

--page

Lebih lanjut, Eldoniel mengingatkan bahwa pengalokasian seluruh pendapatan pemerintah daerah juga harus dilakukan seoptimal mungkin. Penggunaan anggaran yang efektif dan efisien sangat diperlukan agar tidak terjadi pemborosan maupun kebocoran.

"Setiap pengeluaran harus sesuai dengan kebutuhan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat," tambahnya.

Dengan mengadopsi pola pikir dan karakter seperti seorang CEO, kepala daerah di seluruh Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah, diharapkan bisa membawa perubahan yang signifikan dalam waktu yang relatif singkat. Transformasi ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan PDB Indonesia dan membawa negara ini menuju VIE 2045. (TESTI PRISCILLA/Y)