BORNEONEWS, Kotawaringin Lama- Perhutanan Sosial Hutan Kemasyarakatan (HKm) Komunitas Karya Masoraian sebagai lokus Integrated Area Development (IAD) secara resmi diluncurkan.
Peluncuran ini dilakukan oleh Kepala Bappedalitbang Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Juni Gultom bersama mitra HKm tersebut yaitu PT. Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Tbk serta NGO Friends of Nature, People and Forest (FNPF) di Danau Masoraian, Kotawaringin Lama, Selasa, 18 Februari 2025.
Assistant Manager RaCP PT. SSMS, Tbk, Amrin Fauzi Pratama Lubis menjelaskan bahwa pihaknya telah bermitra dengan HKm Masoraian sejak tahun 2021 sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam tanggung jawab sosial dan lingkungan.
"Walaupun kami perusahaan kelapa sawit, kami memiliki kewajiban dalam Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan. Kemitraan ini adalah salah satu implementasi nyata kami," jelasnya.
Amrin Fauzi Pratama Lubis mengatakan PT. SSMS, Tbk saat ini telah mendampingi 4 dari 9 HKm di Kobar.
"Untuk HKm Masoraian, perusahaan mulai menjalin kerja sama setelah kelompok masyarakat mendapatkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial skema HKm pada 2019. Kami masuk untuk melakukan kemitraan sejak 2021, karena keberadaan perusahaan kami di Kobar dan komitmen kami dalam mendukung perhutanan sosial," jelasnya.
Amrin menjelaskan selain pendampingan dalam pengelolaan hutan, PT. SSMS, Tbk juga menjalankan berbagai program pembinaan bagi masyarakat.
"Kami melakukan peningkatan kapasitas kelompok dengan mendukung usaha mereka. Saat ini, ada dua usaha yang kami dampingi, yaitu produksi madu kelulut yang sudah mendapat sertifikat halal serta pengembangan usaha jasa lingkungan," katanya.
Ke depan PT. SSMS, Tbk bersama mitra lainnya dan HKm Masoraian berencana mengembangkan sektor ekowisata di wilayah hutan konservasi tersebut.
"Kami sedang merancang konsep glamping sebagai daya tarik ekowisata baru di Kobar. Targetnya, hingga Oktober 2025, destinasi ini bisa menjadi alternatif wisata selain Tanjung Puting," jelasnya.
Kepala Bappedalitbang Kobar Juni Gultom menjelaskan harapannya terkait launching IAD di HKm Masoraian.
"Kami berharap HKm Masoraian dapat menjadi model dalam pengelolaan perhutanan sosial yang berkelanjutan di Kobar. Dengan adanya pendampingan dari berbagai pihak, termasuk dari perusahaan yaitu PT. SSMS, Tbk, pihak NGO FNPF, masyarakat sekitar bisa mendapatkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan," jelasnya. (WAHYU KRIDA/R)









