PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang, mewakili Ketua GAPKI Cabang Kalimantan Tengah menghadiri acara "International Symposium On Peat Land Fire 2025" yang diselenggarakan di Aula Rahan Lantai 2 Kampus Universitas Palangka Raya pada Selasa, 18 Februari 2025.

"Acara ini bertujuan untuk membahas masalah tanah gambut yang sangat rentan terhadap kebakaran," kata Rawing kepada Borneonews.

Menurut Rawing, dalam acara tersebut, disampaikan berbagai makalah terkait masalah tanah gambut yang sangat mudah terbakar.

Kalimantan Tengah merupakan salah satu daerah yang paling rawan terhadap kebakaran gambut, terutama pada saat musim kemarau yang panjang. Rawing Rambang menekankan pentingnya penanganan kebakaran gambut di wilayah ini.

"Harapannya, dari symposium ini kita dapat menemukan solusi untuk mengatasi kebakaran gambut dan yang lebih penting, mencegah agar kebakaran tidak terjadi," ujar Rawing Rambang.

Dia juga mengungkapkan bahwa kebakaran gambut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kesehatan masyarakat dan ekonomi daerah.

Menurut Rawing Rambang, ada dua faktor utama yang menyebabkan kebakaran gambut, yaitu aktivitas manusia terutama dalam mengembangkan sektor pertanian, serta akses jalan dan kemarau yang panjang.

"Aktivitas manusia yang tidak terkendali, seperti pembukaan lahan dengan cara dibakar, menjadi salah satu penyebab utama kebakaran gambut," tambahnya.

Simposium ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai cara-cara pencegahan kebakaran gambut. Para peserta diundang untuk berkontribusi dalam diskusi dan berbagi pengalaman serta solusi yang telah diterapkan di daerah lain.

Acara "International Symposium On Peat Land Fire 2025" di Universitas Palangka Raya ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, praktisi, dan pemerintah daerah.

Mereka semua berharap dapat bekerja sama dalam upaya mengurangi risiko kebakaran gambut di Kalimantan Tengah dan sekitarnya.(TESTI PRISCILLA/R)