PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tanaman perkebunan rakyat telah menjadi subsektor andalan di Kalimantan Tengah. Pada Januari 2025, subsektor ini mencatat kenaikan Nilai Tukar Petani atau NTP sebesar 0,06 persen, meningkat dari 161,34 pada Desember 2024 menjadi 161,44.

Peningkatan ini mencerminkan ketangguhan petani perkebunan rakyat di tengah fluktuasi pasar dan tantangan ekonomi.

"Meskipun ada penurunan dalam indeks yang diterima atau It dan indeks yang dibayar atau Ib oleh petani perkebunan rakyat masing-masing sebesar 0,01 persen dan 0,07 persen, nilai indeks yang diterima tetap jauh lebih tinggi, yakni 204,17 dibandingkan dengan indeks yang dibayar yang hanya mencapai 126,47. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan pada harga, petani perkebunan rakyat masih mendapatkan keuntungan yang lebih besar," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Selasa, 18 Februari 2025.

Penurunan It pada Januari 2025 sebesar 0,01 persen disebabkan oleh penurunan indeks harga hasil produksi pada kelompok tanaman perkebunan rakyat, khususnya karet.

Harga karet mengalami penurunan yang cukup signifikan akibat penurunan harga karet alam di pasar internasional.

Penurunan harga karet ini membawa dampak langsung terhadap pendapatan petani karet di Kalimantan Tengah.

"Di sisi lain, penurunan Ib sebesar 0,07 persen disebabkan oleh penurunan pada salah satu indeks penyusunnya, yaitu indeks kelompok Konsumsi Rumah Tangga atau IKRT sebesar 0,12 persen. Penurunan ini mengindikasikan bahwa biaya yang dikeluarkan oleh petani untuk keperluan konsumsi rumah tangga juga mengalami penurunan, meskipun tidak cukup signifikan untuk meningkatkan NTP secara keseluruhan," katanya.

Meskipun ada tantangan dalam harga komoditas dan biaya konsumsi, para petani perkebunan rakyat di Kalimantan Tengah tetap menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik.

Kenaikan tipis dalam NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat ini diharapkan dapat menjadi dorongan positif bagi para petani untuk terus mengembangkan usaha perkebunan mereka.

"Dengan situasi ekonomi yang terus berkembang, para petani diharapkan dapat terus meningkatkan efisiensi dan produktivitas mereka. Dukungan dari pemerintah dan pihak terkait juga sangat diperlukan untuk memastikan kesejahteraan petani perkebunan rakyat tetap terjaga, serta memastikan subsektor ini dapat terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Kalimantan Tengah," jelas Agnes lagi.(TESTI PRISCILLA/R)