BORNEONEWS, Sampit – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kabupaten Kotawaringin Timur mengapresiasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kotim atas pelayanan administrasi kependudukan yang diberikan kepada kelompok marginal.
Community Organizer (CO) Inklusi PKBI Kotim Endra Rosana mengatakan, Disdukcapil telah memberikan dukungan yang baik, khususnya dalam pembuatan administrasi kependudukan bagi komunitas rentan.
“Selama ini sudah baik pelayanannya dan sangat support, terutama pembuatan administrasi kependudukan bagi komunitas,” ujar Endra di Sampit, Selasa, 18 Februari 2025.
PKBI Kotim aktif menjalankan berbagai program kemasyarakatan, termasuk pendampingan bagi kelompok marginal seperti ODHA (orang dengan HIV/AIDS), kelompok ragam gender, anak bermasalah hukum, penderita penyakit kelamin, dan lainnya.
Mereka juga melakukan sosialisasi kesehatan reproduksi kepada generasi muda, berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dan instansi terkait lainnya.
"Salah satu fokus kami salah satunya juga adalah memastikan terpenuhinya hak akses pelayanan administrasi kependudukan bagi kelompok marginal tanpa diskriminasi, seperti pembuatan KTP, KK, dan dokumen kependudukan lainnya," ujarnya.
Endra menekankan pentingnya administrasi kependudukan bagi semua warga negara, termasuk kelompok marginal.
Ia berharap pelayanan yang baik dari Disdukcapil Kotim dapat terus ditingkatkan. Selain itu, PKBI juga menjalankan program Inklusi Sosial untuk kelompok ragam gender, meliputi pemenuhan hak dan akses layanan dasar, pemberdayaan ekonomi, pencegahan kekerasan, dan partisipasi politik.
"PKBI berupaya meningkatkan penerimaan sosial terhadap kelompok ragam gender di masyarakat dan mendorong integrasi yang lebih baik. Kami yakin bahwa dengan terus mempromosikan inklusi sosial dan berinteraksi secara positif, masyarakat akan semakin menerima dan menghargai kelompok ragam gender," ujarnya. (DEVIANA/j)









