PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Medan menjadi saksi dari upaya peningkatan hilirisasi sawit melalui penerapan ekonomi hijau dan ekonomi biru. Asosiasi Sawitku Masa Depanku atau SAMADE dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP Kelapa Sawit menggelar workshop Ekonomi Hijau dan Hilirisasi UKMK Perempuan Petani Sawit Naik Kelas di auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara atau UMSU Medan.

“Medan dipilih sebagai lokasi workshop karena memiliki potensi sawit dan UKMK yang cukup banyak,“ kata Direktur Utama BPDP yang diwakili oleh Kepala Divisi UKMK, Helmi Muhansah dalam rilisnya pada Rabu, 19 Februari 2025.

Helmi yang hadir secara virtual ini menyampaikan bahwa kelapa sawit masih memberikan pengaruh besar. Helmi menjelaskan bahwa tahun lalu, kelapa sawit menyumbang devisa sebesar Rp320 triliun atau sekitar 20 miliar dolar AS untuk negara.

“Selain itu banyak produk turunan yang dapat dihasilkan dari kelapa sawit, seperti lidi yang dapat diolah menjadi kerajinan tas dan batik, serta minyak goreng dan roti," katanya lagi.

Sementara itu, Hendra Dermawan, Ketua Pelaksana Workshop dan juga Bidang Usaha Kecil Mikro Koperasi atau UKMK SAMADE, menyatakan bahwa SAMADE terus berkomitmen untuk berinovasi dalam menghasilkan hilirisasi produk turunan kelapa sawit yang bisa dikerjakan oleh perempuan petani sawit.

“Hilirisasi ini juga menjadi bagian dari misi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045, yang salah satunya adalah mendorong ekonomi hijau dan ekonomi biru serta meningkatkan hilirisasi," tutur Hendra.

--page

Dengan hilirisasi produk sawit, perempuan petani sawit diharapkan mampu memenuhi kehidupan mereka. Selain lidi, minyak jelantah sawit juga bisa diolah menjadi minyak murni, lilin aroma terapi, sabun mandi, dan parfum. Hendra juga telah menggerakkan perempuan petani untuk hilirisasi produk melalui usaha UMKM yang dibentuknya, di mana berbagai produk kerajinan dari limbah sawit seperti aneka tas lidi sawit, kotak tisu lidi sawit, dan souvenir gantungan kunci sawit telah dihasilkan.

Acara yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh sekitar 100 peserta dari berbagai unsur, termasuk mahasiswa, dosen, dan pelaku UMKM Kota Medan seperti UMKM keripik kentang dan anyaman. Turut hadir dalam acara ini, Wakil Rektor II UMSU, Prof. Dr. Akrim, MPd, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara, Indra Kuspriyadi, dan Sekretaris Caretaker DPD Samade Sumut, Mukhtar Sinaga.

Melalui workshop ini, diharapkan hilirisasi produk kelapa sawit dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat besar bagi perempuan petani sawit di Indonesia. Dengan memanfaatkan potensi yang ada, perempuan petani sawit dapat menciptakan produk-produk berkualitas tinggi yang bernilai ekonomi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka serta mendukung ekonomi hijau dan ekonomi biru yang berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/Y)