PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang Industri, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah atau DPPK-UKM, Provinsi Kalimantan Timur, Ronny Suhendra mewakili Heni Purwaningsih, Kepala DPPK-UKM, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Workshop Usaha Kecil Menengah dan Koperasi atau UKMK Sawit. Mengusung tema "Pemberdayaan Perempuan dalam Mendukung Kemandirian Pangan dan Energi melalui Penguatan Kelembagaan UKMK Sawit di Kalimantan Timur (Kaltim)", acara ini berlangsung selama dua hari di Balikpapan.

Workshop ini diadakan oleh Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta atau AKPY 'STIPER' dan Sawit Center Indonesia dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP.

"Kegiatan ini akan memberikan kontribusi besar bagi pembangunan daerah Kalimantan Timur. Peran perempuan dalam pengembangan sektor kelapa sawit selama ini belum optimal, padahal perempuan memiliki potensi besar sebagai penggerak utama dalam pengembangan UKMK berbasis kelapa sawit," kata Ronny Suhendra pada Rabu, 19 Februari 2025.

Ronny menjelaskan bahwa perempuan memiliki keuletan dan kemampuan manajerial yang baik, serta peran penting dalam menjaga ketahanan pangan keluarga. Dalam konteks kemandirian pangan dan energi, perempuan memiliki peran strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan keluarga, meningkatkan pendapatan, dan menciptakan lapangan kerja.

"Melalui UKMK Sawit, perempuan dapat berdaya saing, mandiri dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat," jelas Ronny.

--page

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, lanjut Ronny, menyadari potensi besar yang dimiliki oleh perempuan. Oleh karena itu, perlu adanya dukungan dan fasilitas untuk pengembangan UKMK yang dikelola oleh perempuan, khususnya di sektor sawit. Komoditas kelapa sawit memiliki potensi besar untuk mendukung Usaha Kecil, Mikro, dan Koperasi, dengan berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan, mulai dari produk pangan hingga energi.

Ronny juga menyampaikan bahwa Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia, dengan luas kebun kelapa sawit mencapai 1.332.015 hektar. Produksi TBS di daerah ini mencapai 20.710.978 ton, sementara produksi CPO mencapai 4.567.663 ton. Sektor ini memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah, baik dari segi pendapatan maupun penyerapan tenaga kerja.

Workshop UKMK Sawit ini diharapkan dapat meningkatkan peran perempuan dalam pengembangan sektor kelapa sawit. Dengan begitu, perempuan dapat lebih berdaya saing, mandiri, dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan ketahanan pangan dan energi di tingkat keluarga melalui penguatan peran perempuan.

Melalui kegiatan workshop ini, pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap dapat memberikan dukungan dan fasilitas yang lebih baik bagi UKMK yang dikelola oleh perempuan. Dengan demikian, komoditas kelapa sawit dapat lebih optimal dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas. (TESTI PRISCILLA/Y)