BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua II DPRD Kotim, Rudianur, mendesak pemerintah daerah untuk segera mengelola dan memfungsikan kembali aset-aset yang terbengkalai, termasuk Gedung Expo Sampit.
Menurutnya, aset-aset multiyears yang terbengkalai harus difungsikan agar anggaran yang telah digelontorkan tidak terbuang sia-sia.
“Kami mendorong agar eksekutif mencari cara untuk memanfaatkan kembali aset-aset yang belum fungsional. Jika tidak, maka itu sama saja dengan membuang anggaran dan merugikan daerah,” kata Rudianur, Rabu, 19 Februari 2025.
Lanjutnya, aset yang telah dibangun harus memberikan manfaat bagi masyarakat bukan sekadar menjadi monumen tak berfungsi. Ia juga menyoroti kebijakan pembangunan sebelumnya yang harusnya tetap dilanjutkan agar tidak menjadi proyek mangkrak.
Rudianur mencontohkan kawasan Sport Centre di Sawit Raya yang sejak masa kepemimpinan Wahyudi K Anwar tidak berfungsi optimal. Selanjutnya, di era Supian Hadi, kolam renang dan beberapa venue olahraga juga tidak dilanjutkan hingga akhirnya proyek tersebut terbengkalai saat berganti kepemimpinan.
“Kita tidak ingin pembangunan dilakukan asal-asalan tanpa keberlanjutan. Kami mendorong agar pemerintahan Harati di periode kedua ini dapat mencari solusi untuk memanfaatkan aset-aset yang belum berfungsi,” tegasnya.
Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah pemanfaatan Gedung Expo Sampit sebagai pusat kegiatan UMKM. Dengan begitu, para pelaku usaha tidak perlu lagi berpindah-pindah atau menggunakan badan jalan untuk berjualan.
“Gedung Expo Sampit bisa menjadi tempat permanen bagi UMKM untuk beraktivitas dan berkembang,” tambah Rudianur.
Dengan adanya dorongan ini, diharapkan pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar aset-aset yang sudah dibangun benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah. (DEWI PATMALASARI/H)









