BORNEONEWS, Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur menggelar operasi pasar elpiji 3 kilogram di Kantor Camat Dusun Timur, Rabu, Februari 2025. Langkah ini diambil sebagai upaya mengatasi kelangkaan yang meresahkan masyarakat dan memastikan distribusi gas subsidi berjalan lebih merata.
Asisten I Setda Barito Timur, Ari Panan P Lelu, menegaskan bahwa operasi pasar ini bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menata ulang sistem distribusi gas bersubsidi.
"Kami akan mengevaluasi distribusi gas ini dalam rapat koordinasi pada awal Maret 2025 dengan melibatkan agen, pangkalan, camat, kapolsek, dan danramil guna memastikan penyaluran lebih efektif," ujarnya.
Berdasarkan data dari Agen PT Barito Utama Sakti, sebanyak 560 kepala keluarga (KK) telah terdaftar sebagai penerima elpiji 3 kilogram dengan harga isi ulang Rp19.500 per tabung.
Selain itu, masyarakat juga dapat memperoleh elpiji jenis lainnya, yakni elpiji 12 kilogram seharga Rp739.000 (tabung dan isi) atau Rp200.000 untuk isi ulang, serta elpiji 5,5 kilogram dengan harga Rp400.000 (tabung dan isi) atau Rp98.000 untuk isi ulang.
Dalam operasi pasar ini, tersedia masing-masing 50 tabung elpiji 12 kilogram dan 150 tabung elpiji 5,5 kilogram.
Untuk memastikan subsidi elpiji 3 kilogram tepat sasaran, Pemkab Barito Timur mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat yang tergolong mampu agar beralih menggunakan elpiji non-subsidi.
Dukungan penuh terhadap operasi pasar ini juga datang dari dinas perdagangan, TNI, Polri, Satpol PP, serta pemerintah kecamatan yang turut mengawal pelaksanaannya.
"Kami berharap berharap ketersediaan elpiji 3 kilogram semakin stabil, sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan energi rumah tangga dengan harga wajar dan distribusi yang lebih adil," tandas Asisten I. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)









