PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kabar duka menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Ulama karismatik, Mahmud Hashil bin Syaikh Muhammad Hashil, atau yang lebih dikenal sebagai Guru Hashil meninggal, Rabu 19 Februari 2025 pukul 11.13 WIB di kediamannya, Majelis Ta'lim Ubudiyah, Jalan Jati Indah 1, Kelurahan Panarung.

Kabar wafatnya pimpinan Pondok Pesantren Sunah Jati ini menyebar cepat melalui berbagai platform komunikasi.

Guru Hashil dikenal sebagai sosok yang sangat dihormati dan disegani di Palangka Raya. Beliau memainkan peran sentral dalam masyarakat dan memberikan dampak positif yang signifikan, khususnya dalam bidang pendidikan agama Islam.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan seluruh masyarakat yang mengenalnya.

Achmad Hairudin, salah satu murid Guru Hashil, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya ulama kharismatik tersebut.

Ia menyebut kepergian Guru Hashil sebagai kehilangan besar bagi masyarakat Palangka Raya, terutama bagi Majelis Ta'lim Ubudiyah.

Hairudin menggambarkan almarhum sebagai sosok yang mengabdikan diri untuk dunia pendidikan, membimbing ribuan santri, dan aktif menjaga moral serta nilai-nilai keislaman. Guru Hashil, menurut Hairudin, dikenal karena kesederhanaannya.

"Almarhum ini menerima semua orang yang datang berkunjung ke kediamannya, almarhum diketahui menderita penyakit asma sejak kecil," ungkapnya.

Jenazah Guru Hashil rencananya akan dimakamkan pada sore hari setelah menunggu kedatangan keluarga dari Banjarmasin.

Seminggu sebelum wafatnya, Guru Hashil sempat meminta Hairudin untuk menyiapkan lubang kubur, hal ini seolah menjadi isyarat akan kepergiannya, kepergian Guru Hashil merupakan kehilangan yang sangat besar bagi masyarakat Palangka Raya.

Kontribusinya dalam bidang pendidikan agama dan pembinaan moral akan selalu dikenang. "Saya turut berduka cita dengan kepergian guru, semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT," pungkasnya. (PATHUR/R)