SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak menyurutkan semangat pemerintah daerah untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur. 

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, menegaskan bahwa konektivitas jalan dan pengendalian banjir tetap menjadi fokus utama meskipun anggaran mengalami penyesuaian.

"Visi misi bupati sangat jelas: pembangunan konektivitas jalan dan pengendalian banjir adalah prioritas.  Meskipun DBH sawit turun, kami akan mencari sumber dana lain untuk memastikan pembangunan infrastruktur tetap berjalan," katanya, Rabu, 19 Februari 2025.

Mentana menjelaskan bahwa penurunan DBH sawit memang memengaruhi alokasi anggaran untuk beberapa kegiatan. Namun, pemerintah daerah berkomitmen untuk mencari solusi alternatif pendanaan, seperti dana hibah, bantuan provinsi, dan alokasi dana lainnya.

"Kami tidak ingin penurunan anggaran ini menghambat pembangunan. Dengan memanfaatkan berbagai sumber dana, kami tetap fokus melanjutkan pembangunan infrastruktur yang mendukung konektivitas antar wilayah dan mitigasi risiko banjir," tambahnya.

Mentana menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pembangunan. Infrastruktur jalan yang memadai dan pengendalian banjir dinilai krusial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Pemkab Kotim optimistis bahwa dengan manajemen anggaran yang baik dan sinergi lintas sektor, tantangan akibat penurunan DBH sawit dapat diatasi.  

"Kami akan terus bekerja keras untuk memastikan kebutuhan infrastruktur tetap terpenuhi demi kemajuan Kotim," demikian katanya. (DEVIANA/R)