BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Januari 2025, Nilai Tukar Nelayan atau NTN di Kalimantan Tengah mengalami kenaikan tipis yakni sebesar 0,08 persen. Kenaikan ini disebabkan oleh peningkatan indeks harga yang diterima oleh nelayan atau It sebesar 0,15 persen, yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar oleh nelayan atau Ib sebesar 0,08 persen.
"Kenaikan It ini didominasi oleh kenaikan indeks harga produksi pada kelompok penangkapan perairan umum seperti ikan lais, baong/tagih/sogo, dan toman, sebesar 0,76 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Rabu, 19 Februari 2025.
Namun, lanjut Agnes, kelompok penangkapan laut seperti rajungan dan ikan
kembung/kombong/sumbo mengalami penurunan indeks harga produksi sebesar 0,52 persen. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan dinamika harga antara perairan umum dan laut yang dihadapi oleh para nelayan di Kalimantan Tengah.
"Di sisi lain, kenaikan Ib sebesar 0,08 persen disebabkan oleh peningkatan dua indeks penyusunnya. Indeks kelompok konsumsi rumah tangga atau IKRT naik sebesar 0,07 persen, sementara indeks kelompok biaya produksi dan penambahan barang modal atau BPPBM naik sebesar 0,08 persen. Peningkatan kedua indeks ini memberikan kontribusi pada kenaikan umum dalam indeks harga yang dibayar oleh nelayan," tuturnya.
Secara keseluruhan, kombinasi dari kenaikan It dan Ib menunjukkan adanya perubahan positif dalam daya beli dan kondisi ekonomi para nelayan di Kalimantan Tengah.
Meskipun kelompok penangkapan laut mengalami penurunan harga produksi, namun peningkatan harga pada penangkapan perairan umum cukup untuk mendorong kenaikan NTN.
Penting bagi para pemangku kepentingan untuk memperhatikan fluktuasi harga ini dalam merencanakan strategi pengembangan sektor perikanan.
Kebijakan yang tepat dapat membantu para nelayan mengatasi tantangan harga dan meningkatkan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan.
Dengan demikian, meskipun terdapat tantangan dalam kelompok penangkapan laut, kenaikan NTN di Kalimantan Tengah pada Januari 2025 memberikan harapan positif bagi peningkatan kesejahteraan nelayan di wilayah tersebut.(TESTI PRISCILLA/R)









