BORNEONEWS, Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menerima audiensi dari Paguyuban Orang Tua Murid Beasiswa Indonesia Maju (OTM BIM) angkatan 4.
Audiensi yang dilakukan di Gedung D Kemendiktisaintek, Jakarta pada hari Rabu tersebut berkaitan dengan kejelasan realisasi Beasiswa Indonesia Maju pasca pemekaran Kemendikbudristek pada pemerintah Kabinet Merah Putih yang kini menjadi tiga kementerian.
“Dengan adanya transisi kepemimpinan dan perubahan struktur Kementerian Pendidikan pada saat program BIM 4 masih berjalan, terjadi simpang siur informasi yang menimbulkan keresahan siswa penerima dan orang tua dari penerima BIM 4, apakah BIM tersebut dilanjutkan?,” kata Ketua Paguyuban OTM BIM Persiapan Angkatan 4 Ihsandawi.
Ia menerangkan pihak orang tua menginginkan klarifikasi dari Kemendiktisaintek mengingat jadwal daftar ulang dan pembayaran uang jaminan ke universitas tujuan yang semakin mendekati tenggat waktu.
Ihsandawi pun menjelaskan terdapat beberapa tuntutan pada aksi Beasiswa Indonesia Maju Angkatan 4 hari itu, di antaranya ialah kepastian mekanisme dan linimasa dari pemberian beasiswa S1 luar negeri melalui dana LPDP.
Selain itu, pihaknya meminta agar Kemendiktisaintek segara menjalankan pemrosesan Beasiswa Indonesia Maju S1 luar negeri mengingat beberapa siswa yang sudah menerima Letter of Acceptance (LoA) harus segera melakukan konfirmasi ke universitas terkait, termasuk melakukan konfirmasi pembiayaan atas LoA yang sudah diterima.
Sebelumnya, Mantan Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro dalam Rapat Komisi X DPR RI pada Rabu (12/2) mengatakan pihaknya akan tetap memberikan Beasiswa Indonesia Maju melalui dana LPDP.
"Beasiswa mereka akan kami berikan lewat dana LPDP, sudah kita hitung dan sudah kita pastikan akan di-cover sesuai dengan jumlah peserta," ujar Satryo.
ANTARA









