BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Yuliansah Andrias, menekankan pentingnya masyarakat mengenali ciri-ciri keaslian rupiah untuk menghindari kejahatan pemalsuan uang.
Yuliansah memberikan edukasi untuk masyarakat melalui gerakan Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBPR). Ia mengajak masyarakat untuk memahami ciri-ciri keaslian uang Rupiah guna mencegah peredaran uang palsu.
"Bank Indonesia secara konsisten meningkatkan kualitas uang Rupiah dengan menambahkan unsur pengaman canggih yang sulit dipalsukan. Selain itu, BI juga mengedukasi masyarakat tentang cara mengenali keaslian uang melalui berbagai program sosialisasi," ujarnya, Rabu, 19 Februari 2025.
Dirinya mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa uang yang diterima dengan mengenali ciri-ciri keasliannya, seperti teknik cetak, gambar, dan fitur pengaman lainnya.
"Dengan memahami dan mengenali ciri-ciri keaslian Rupiah, masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah peredaran uang palsu dan menjaga stabilitas ekonomi daerah," imbaunya.
Ia juga menambahkan, untuk mengenali keaslian uang Rupiah dan terhindar dari uang palsu, Bank Indonesia (BI) menyarankan metode 3D yakni Dilihat, Diraba, Diterawang.
"Dilihat warna uang jelas dan tidak luntur, gambar utama dan angka nominal tampak jelas, tidak buram atau pudar, memiliki elemen desain khusus, seperti gambar pahlawan dan motif khas Indonesia," tuturnya.
Kemudian, diraba terdapat tekstur kasar pada bagian tertentu, seperti gambar utama, tulisan "Bank Indonesia", dan angka nominal. Benang pengaman yang tertanam dalam uang terasa saat diraba.
Lalu, diterawang terdapat watermark (tanda air) berupa gambar pahlawan dan electrotype angka nominal uang yang tampak saat diterawang ke cahaya. Memiliki rectoverso (gambar saling isi), yaitu motif yang jika diterawang akan membentuk angka tertentu secara utuh.
"Untuk fitur tambahan pada uang Rupiah baru benang pengaman terlihat sebagai garis putus-putus atau utuh tergantung sudut pandang, angka nominal tersembunyi yang terlihat jika uang dimiringkan, dan warna tinta angka nominal berubah jika dilihat dari sudut berbeda," tambahnya.
Dirinya berharap dengan mengenali ciri-ciri ini penting untuk menghindari uang palsu. Jika menemukan uang yang mencurigakan, masyarakat dapat melaporkannya ke Bank Indonesia atau kepolisian setempat. (MARINI/J)









