BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Migrain atau sakit kepala sebelah tidak hanya terjadi dalam satu bentuk. dr. Erny Indrawati dari RSUD Kapuas menjelaskan bahwa ada beberapa jenis migrain yang dapat dialami seseorang.
Hal itu ia sampaikan saat memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui siaran Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Kabupaten Kapuas pada Kamis, 20 Februari 2025.
Berikut jenis migrain, yakni :
Migrain dengan aura – Diawali dengan kilatan cahaya, kesemutan di wajah atau tubuh, serta kesulitan berbicara sebelum nyeri kepala muncul.
Migrain tanpa aura – Serangan nyeri kepala terjadi tiba-tiba tanpa tanda-tanda sebelumnya.
Silent migraine – Penderita mengalami gejala awal migrain seperti gangguan penglihatan atau kesemutan, tetapi tanpa nyeri kepala.
Migrain kronis – Sakit kepala terjadi lebih dari 15 hari dalam sebulan dan bisa berujung pada komplikasi serius seperti hipertensi atau gangguan jantung.
Migrain ocular – Ditandai dengan gangguan penglihatan sementara pada satu mata yang berlangsung selama 10-20 menit.
Migrain menstruasi – Sakit kepala yang muncul sebelum atau selama menstruasi akibat perubahan hormon.
Abdominal migraine – Ditandai dengan nyeri perut, mual, dan muntah, lebih sering terjadi pada anak-anak.
Penyebab pasti migrain masih belum diketahui, tetapi beberapa faktor yang dapat memicu serangan migrain antara lain perubahan hormon pada wanita, pola makan tidak sehat, paparan asap rokok atau aroma menyengat, stres berlebihan, kurang tidur, serta efek samping obat-obatan tertentu.
"Migrain juga bisa dipicu oleh pola hidup yang kurang teratur, seperti kelelahan, kurang istirahat, atau konsumsi makanan yang mengandung kafein dan pemanis buatan," jelas dr. Erny.
Oleh karena itu, penting bagi penderita untuk mengenali pemicunya dan menghindari faktor-faktor yang dapat memperburuk kondisi mereka. (DODI/R)








