BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Menghadapi migrain atau sakit kepala sebelah membutuhkan langkah penanganan yang tepat agar tidak semakin parah.
dr. Erny Indrawati dari RSUD Kapuas menekankan bahwa meskipun migrain tidak dapat disembuhkan secara total, ada beberapa cara yang bisa dilakukan saat serangan terjadi.
"Segera beristirahat di ruangan yang tenang dan gelap, minum obat penghilang rasa nyeri, serta mengompres kepala dengan es dapat membantu meredakan serangan," ungkap dr. Erny saat berikan edukasi kesehatan melalui RSPD, Kamis, 20 Februari 2025.
Selain itu, melakukan pijatan lembut di bahu dan belakang leher serta latihan relaksasi dapat mengurangi ketegangan otot yang memperburuk migrain.
Migrain juga memiliki pola serangan yang terbagi dalam empat fase, yaitu:
• Prodromal – Muncul beberapa jam atau hari sebelum migrain, ditandai dengan perubahan suasana hati, kelelahan, dan keinginan mengonsumsi makanan tertentu.
• Aura – Terjadi sebelum atau saat serangan, berupa kilatan cahaya atau gangguan sensorik lainnya.
• Serangan nyeri kepala – Berlangsung antara 4-72 jam dengan gejala seperti sakit kepala berdenyut, mual, muntah, serta sensitivitas terhadap cahaya dan suara.
• Resolusi – Fase pemulihan yang bisa berlangsung hingga 24 jam, di mana tubuh masih terasa lelah dan rentan terhadap serangan ulang.
Untuk mencegah migrain, dr. Erny menyarankan agar penderita menjalani pola hidup sehat, seperti menjaga pola tidur yang cukup, menghindari stres, serta mengatur pola makan dengan baik.
"Jika migrain terus berulang dan semakin mengganggu aktivitas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis saraf," pungkasnya. (DODI/R)








