BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Keberhasilan peternak lokal dalam pengembangbiakan sapi mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat.
Sapi Bali milik Mariyadi, peternak asal Desa Marga Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, melahirkan pedet Wagyu betina pada Selasa, 18 Februari 2025.
Menurut petugas reproduksi setempat, kelahiran pedet Wagyu ini merupakan hasil Inseminasi Buatan (IB) dari indukan sapi Bali yang sebelumnya sudah melahirkan dua kali.
IB tersebut dilakukan pada 16 Mei 2023 menggunakan bibit straw Wagyu, dan kini pedet lahir dalam kondisi normal.
Kepala Dinas Pertanian Kobar, Kris Budi Hastuti mengaku akan terus mendorong peningkatan populasi sapi Wagyu di daerah tersebut.
Upaya ini sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional, dalam rangka memenuhi kebutuhan daging hewani di Kabupaten Kotawaringin Barat.
“Saya berharap kepada Pak Mariyadi untuk memperhatikan kesehatan pedet dan memberikan pakan sesuai kebutuhan agar dapat menghasilkan sapi Wagyu berkualitas baik. Ini bisa menjadi role model bagi peternakan di Kotawaringin Barat,” ujar Kris Budi Hastuti, Kamis, 20 Februari 2025.
Sapi Wagyu dikenal sebagai salah satu jenis sapi premium yang berasal dari Jepang. Keunggulannya terletak pada karakteristik genetik yang menghasilkan pola marmer (marbling) tinggi pada dagingnya.
Selain itu, sapi Wagyu juga menghasilkan lemak tak jenuh dalam jumlah besar, menjadikannya bernilai ekonomi tinggi.
Berkat kualitas dagingnya yang khas, sapi Wagyu sangat diminati di pasar global. Marbling yang tinggi pada dagingnya menciptakan cita rasa gurih dan tekstur yang lembut, sehingga banyak dicari oleh para pecinta kuliner dan restoran kelas atas.
"Keberhasilan pengembangbiakan sapi Wagyu di Desa Marga Mulya, diharapkan dapat menjadi motivasi bagi peternak lain di Kotawaringin Barat, untuk meningkatkan kualitas ternak mereka," tuturnya.
Dengan dukungan dari Pemkab Kobar, peternakan sapi Wagyu bisa menjadi sektor unggulan dalam mendukung perekonomian daerah. (DANANG/R)









