SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotawaringin Timur (Kotim) Umar Kaderi memastikan bahwa layanan kesehatan di daerah tersebut tidak akan terdampak oleh efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah.

"Sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 tahun 2025 terkait efisiensi anggaran bersumber dari dana DAK fisik, DAU-SG dan APBD fokus efisiensi itu hanya kepada perjalanan dinas," kata Umar, Kamis, 20 Februari 2025.

Lanjutnya, efisiensi anggaran hanya berfokus pada perjalanan dinas, dimana di Dinkes Kotim telah dilakukan rasionalisasi dengan pemotongan anggaran sekitar 50 persen.

"Oleh karena itu, sektor kesehatan tidak akan terdampak secara signifikan. Kami tetap bisa mengalokasikan anggaran, hanya saja yang berkurang adalah perjalanan dinas," tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa layanan kesehatan utama seperti imunisasi, penanganan stunting, pemeriksaan kesehatan gratis, serta penyediaan obat-obatan akan tetap berjalan seperti biasa.

"Tidak ada perubahan dalam distribusi obat-obatan, pelayanan kesehatan tetap berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini merupakan pelayanan dasar yang wajib dilaksanakan agar masyarakat tetap mendapatkan hak mereka," ujarnya.

Selain itu, kegiatan teknis seperti pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM), pelatihan kader Posyandu, serta kader imunisasi juga tidak mengalami pengurangan.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir karena pelayanan kesehatan akan tetap optimal tanpa adanya pengurangan layanan yang berdampak pada kesehatan masyarakat. (DEWI PATMALASARI/J)