BORNEONEWS, Kuala Lumpur - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim dan Putera Mahkota Bahrain Pangeran Salman bin Hamad bin Isa Al Khalifa melakukan pertemuan guna membahas kemajuan hubungan bilateral kedua negara serta situasi terkini di Timur Tengah khususnya Palestina.
PM Anwar dalam unggahan di media sosialnya diakses di Kuala Lumpur, Kamis, mengatakan dalam pertemuan itu mereka menilai tahap kemajuan hubungan bilateral Malaysia dan Bahrain, selain juga mengeksplorasi bentuk kerja sama baru.
Kerja sama itu meliputi beberapa bidang utama di antaranya investasi dan perdagangan, keuangan dan perbankan Islam, semikonduktor, serta konektivitas sektor pariwisata.
Pertemuan di Istana Gudaibiya, Manama, Bahrain tersebut, menurut Anwar, juga membahas isu kawasan terutama situasi di Timur Tengah, khususnya Palestina, yang memerlukan kerja sama serta tekad yang menyeluruh untuk memastikan saudara Islam di sana dalam keadaan baik dan mendapat pembelaan yang memadai.
Secara langsung Anwar mengatakan mengundang Pangeran Salman untuk ke Malaysia untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Dewan Kerja sama Teluk (GCC) dan KTT ASEAN-GCC+China.
Dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) disebutkan bahwa PM Anwar melakukan lawatan resmi ke Bahrain dari 18-20 Februari 2025 atas undangan Putera Mahkota Bahrain Pangeran Salman. Itu menjadi lawatan resmi pertamanya ke Bahrain.
Ia juga dijadwalkan menghadap Raja Bahrain Raja Hamad bin Isa Al Khalifa. Serta, melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan dan Ekonomi Bahrain Shaikh Salman bin Khalifa Al Khalifa, untuk mengeksplorasi peluang memperkokoh kerja sama ekonomi dua negara.
Anwar juga menyampaikan pidato di sesi utama Konferensi Dialog Intra-Islam (IIDC) yang diselenggarakan di bawah naungan Raja Bahrain dan Sheikh Al-Azhar Al-Sharif yang merupakan Ketua Dewan Peradilan Muslim.
Pada tahun 2024, Bahrain merupakan mitra dagang terbesar kesembilan Malaysia di kawasan Asia Barat, dengan total volume perdagangan sebesar 1,19 miliar ringgit Malaysia (RM) atau setara Rp4,3 triliun. Malaysia adalah mitra dagang ketiga Bahrain di antara negara anggota ASEAN, dan ke-18 terbesar di dunia pada tahun 2023.
ANTARA









