SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 Tahun Anggaran 2025 yang dilaksanakan oleh Kodim 1015/Sampit di Desa Tanjung Rangas, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, menargetkan pembangunan fisik dan non-fisik. Salah satu proyek utama adalah pembangunan jembatan penghubung yang vital bagi aktivitas warga.

Desa Tanjung Rangas merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Seruyan yang masih mengandalkan transportasi air karena akses darat yang terbatas. Di desa tersebut, jembatan kayu sepanjang 2.200 meter menjadi satu-satunya penghubung antara rumah dan RT. Namun, kondisi jembatan yang sudah memprihatinkan membuatnya menjadi prioritas dalam program pembangunan fisik TMMD.

"Saat ini, masyarakat masih menggunakan jembatan kayu yang kondisinya telah rusak. Oleh karena itu, kami membangun jembatan beton agar lebih aman dan tahan lama," kata Komandan Kodim 1015/Sampit, Letkol Inf. Muhammad Tandri Subrata, Kamis, 20 Februari 2025.

Selain pembangunan jembatan, TMMD ke-123 juga mencakup berbagai proyek infrastruktur lainnya, seperti pembangunan MCK dan sumur bor, rehabilitasi rumah tidak layak huni, dan penanaman pohon sebagai upaya penghijauan.

Selain program pembangunan fisik, TMMD juga memberikan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan non-fisik, seperti sosialisasi wawasan kebangsaan, edukasi mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), sosialisasi program rekrutmen TNI, dan penyuluhan mengenai perikanan berkelanjutan.

"Masyarakat di Desa Tanjung Rangas sangat bergantung pada sungai sebagai sumber mata pencaharian. Namun, masih banyak yang menangkap ikan dengan cara merusak lingkungan, seperti menggunakan racun dan setrum listrik. Oleh karena itu, kami memberikan edukasi agar mereka bisa beralih ke metode yang lebih ramah lingkungan," tambahnya.

Adapun TMMD ke-123 resmi dibuka pada Rabu, 19 Februari 2025. Upacara pembukaan berlangsung di Stadion Gagah Lurus, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, dipimpin oleh Staf Ahli Kabupaten Seruyan, Tunjarsyah.

Program TMMD tahun ini mengusung tema dengan semangat TMMD mewujudkan pemerataan pembangunan dan ketahanan Nasional di wilayah. Sebanyak 150 personel dari TNI dan Polri dikerahkan untuk menyukseskan TMMD ke-123 selama 30 hari ke depan.

"Harapan kami, dengan adanya TMMD ini, masyarakat bisa lebih maju dan memiliki akses infrastruktur yang lebih baik," pungkas Letkol Inf. Muhammad Tandri Subrata. (DEWI PATMALASARI/j)