BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) melakukan pengawasan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) dan ketersediaan stok gas bersubsidi LPG 3 kg di pangkalan.
Kepala Disperindag UKM Kobar, Alfan Khusnaini, melalui Kepala Bidang Perdagangan Muhamad Suhendra mengatakan, pengawasan sudah dilakukan di 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Arut Selatan, Kecamatan Kumai, Kecamatan Pangkalan Banteng dan Kecamatan Pangkalan Lada.
"Pengawasan kami lakukan secara rutin untuk menjaga ketersediaan maupun harga eceran tertinggi terhadap gas LPG 3 kg bersubsidi bagi masyarakat selama bulan puasa tahun ini," tuturnya, Jumat, 21 Februari 2025.
"Alhamdulillah stok tabung di Kabupaten Kotawaringin Barat masih aman untuk ke depannya. Hal tersebut bentuk komitmen kami (pemerintah daerah) kepada masyarakat dan kami akan terus mengawasi persediaan gas subsidi ini," tambahnya.
Muhamad Suhendra, melanjutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan agen dan pangkalan untuk memastikan distribusi gas subsidi berjalan lancar dan tepat sasaran.
Kemudian, jika masyarakat menemukan adanya kecurangan terhadap pendistribusian gas LPG bersubsidi ini, maka masyarakat bisa melaporkan kepada Disperindagkop UKM Kobar.
"Masyarakat bisa langsung melaporkan ke kami jika memang menemukan atau mendengar adanya permainan atau pelanggaran penjualan gas LPG 3 kg bersubsidi ini, kami segera tindaklanjuti," tandasnya. (NURITA/H)









