PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada acara Sangga Kerja LOKANIRA XX Tahun 2025, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah mengambil langkah proaktif dalam meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi muda. Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, yang diwakili oleh Administrator Junior, Maman Surahman, memberikan materi literasi kepada sekitar 100 anggota Pramuka.

Dalam sesi tersebut, Maman Surahman menjelaskan pentingnya mengenal OJK dan peranannya dalam mengawasi sektor jasa keuangan di Indonesia. Materi ini juga mencakup waspada terhadap penipuan investasi dan pinjaman online ilegal yang sering kali menargetkan kaum muda.

"Kesadaran akan penipuan ini sangat penting untuk melindungi diri dari kerugian finansial," jelas Maman.

Selain itu, anggota Pramuka juga diberikan tips praktis dalam mengelola keuangan secara bijak. Tips-tips ini meliputi cara menyusun anggaran, menabung, serta memahami produk keuangan yang aman dan terpercaya. Tujuannya agar anggota Pramuka dapat menjadi individu yang lebih cerdas dalam mengelola keuangan pribadi mereka.

Melalui kegiatan literasi keuangan ini, OJK berharap dapat membekali anggota Pramuka dengan pengetahuan yang cukup untuk menghadapi tantangan finansial di masa depan.

"Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk menciptakan generasi muda yang mandiri secara finansial," tambah Maman.

Para anggota Pramuka yang hadir tampak antusias dan aktif dalam sesi tanya jawab yang diselenggarakan. Mereka menyadari pentingnya literasi keuangan dalam kehidupan sehari-hari dan berkomitmen untuk menerapkan pengetahuan yang telah mereka peroleh.

Kerja sama antara OJK dan Gerakan Pramuka Kota Palangka Raya ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi model edukasi keuangan yang bisa diterapkan di daerah lain. Dengan demikian, literasi keuangan di kalangan generasi muda Indonesia akan semakin meningkat dan memberikan manfaat positif bagi perkembangan ekonomi bangsa. (TESTI PRISCILLA/J)