BORNEONEWS, Sampit - Keluarga Anshori Muslim, korban penganiayaan hingga meninggal dunia, menyaksikan secara langsung rekonstruksi kejadian di Jalan Suprapto, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu, 18 Februari 2025.
Dengan membawa spanduk tuntutan, keluarga Almarhum Ansyori Muslim histeris karena melihat adegan pemukulan menggunakan benda tumpul berupa kayu ke kepala korban sebelah kanan.
Isak tangis keluarga pecah saat mereka melihat peran pengganti karena tersangka menolak untuk melakukan rekonstruksi, melakukan pemukulan di lokasi kejadian yang dilakukan di depan rumah tersangka.
Sambil berteriak, mereka melontarkan cacian dan makian kepada tersangka walau petugas kepolisian yang berjaga telah berusaha untuk menenangkan, aksi teriakan itupun juga dibalas oleh saudara tersangka.
"Saya berharap pelaku mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya karena saya melihat pada saat reka adegan tadi pelaku begitu tega memukul kepala keponakan saya dengan kayu," kata Rita, keluarga korban, Jumat, 21 Februari 2025.
Pihaknya berharap proses hukum terus berjalan dan cepat segera dilimpahkan penyidik kepolisian kepada jaksa, namun pihaknya mengaku belum puas karena melihat tersangka digantikan oleh peran pengganti.
“Kami sangat berterimakasih kepada pihak kepolisian karena proses rekontruksinya berjalan dengan lancar, kami sebagai pihak keluarga menuntut seadil-adilnya, agar pelaku dihukum seberat-beratnya,” tegas Ritta.
Pihaknya juga meminta semua pihak untuk mendoakan untuk hukum kasus tersebur proses berjalan dengan lancar agar kasusnya terang benderan.
"Semoga dengan dilakukannya reka adegan tadi dapat menemukan titik terang dan mengungkap kasus ini secara terang benderang, serta siapa saja yang terlibat dalam kasus ini," tutupnya. (BUDDI RAHMAT H/j)









