BORNEONEWS, Palangka Raya - Manajer Bisnis ULaMM Cabang Banjarmasin Wilayah III, Yanto Desta Permana, mengumumkan bahwa program "Ruang Pintar" kembali diimplementasikan di Bereng Bengkel.
Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan edukasi yang telah dilaksanakan sebelumnya pada bulan Juli 2024. Dalam kegiatan kedua ini, ULaMM berkomitmen untuk terus memberikan edukasi kepada pelajar dan masyarakat.
Desta menyampaikan bahwa "Ruang Pintar" adalah program yang penting bagi peningkatan literasi keuangan di kalangan pelajar dan masyarakat umum. Program ini tidak hanya fokus pada pelajar tetapi juga menyasar seluruh segmen masyarakat seperti pelaku UMKM, perempuan, dan masyarakat umum.
"Kegiatan ini merupakan perpanjangan Ruang Pintar kedua yang kami laksanakan kepada pelajar dan masyarakat di Bereng Bengkel," terang Desta dalam rilis OJK Kalteng pada Sabtu, 22 Februari 2025.
Memang kegiatan ini dihelat rangka meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Kalimantan Tengah khususnya kepada Pelajar, maka Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah bekerjasama dengan PT Permodalan Nasional Madani melaksanakan kegiatan edukasi keuangan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan atau GENCARKAN di Kelurahan Bereng Bengkel, Kota Palangka Raya.
Program ini merupakan bagian dari komitmen OJK untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan jasa keuangan serta pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini serta lebih waspada terhadap pinjaman online ilegal, penipuan investasi, dan judi online.
Tidak hanya pelajar dan masyarakat umum, ULaMM juga memberikan perhatian khusus kepada pelaku UMKM dan perempuan dalam program edukasi ini.
"Edukasi keuangan yang diberikan diharapkan dapat membantu para pelaku UMKM dalam mengelola usaha mereka dengan lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi," katanya.
Program "Ruang Pintar" juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk belajar tentang keuangan. Materi yang disampaikan mencakup berbagai topik penting seperti pengelolaan keuangan, investasi, dan kewaspadaan terhadap praktik penipuan. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan dan inklusi keuangan di masyarakat.
Desta menekankan pentingnya edukasi keuangan sejak dini. Menurutnya, pemahaman yang baik tentang keuangan dapat membantu masyarakat dalam membuat keputusan keuangan yang bijak dan menghindari berbagai bentuk penipuan. Dengan program "Ruang Pintar", diharapkan masyarakat dapat lebih melek keuangan dan mandiri secara finansial.
"Dengan adanya program "Ruang Pintar", literasi keuangan di Bereng Bengkel diharapkan dapat meningkat secara signifikan. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk mengelola keuangan mereka dengan lebih baik, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi secara keseluruhan," katanya. (TESTI PRISCILLA/H)









