BORNEONEWS, Tamiang Layang - Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dan Hari Bersih Indonesia (HBI) 2025, SD Katolik Trinitas Tamiang Layang bekerja sama dengan Bank Sampah Mentari mengadakan kegiatan bersih-bersih di sekitar lingkungan sekolah dan Jalan Pramuka, Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Sabtu, 22 Februari 2025.
Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa SD Katolik Trinitas, guru dan pengelola Bank Sampah Mentari.
Kepala SD Katolik Trinitas, Jeri, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran anak-anak akan permasalahan sampah plastik dan pentingnya pengelolaan sampah yang baik.
"Kami ingin menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada siswa sejak dini. Dengan aksi nyata seperti ini, diharapkan mereka memahami dampak buruk sampah plastik dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan," ujarnya.
Para peserta memungut dan memilah sampah yang ditemukan sepanjang Jalan Pramuka dan Perumahan Pondok Karet. Sampah yang terkumpul kemudian diserahkan kepada Bank Sampah Mentari untuk dikelola lebih lanjut.
Pengelola Bank Sampah Mentari, Gusti Wirdaningsih, mengapresiasi antusiasme para peserta dalam kegiatan ini.
"Kolaborasi seperti ini sangat penting dalam upaya menjaga dan melestarikan bumi kita bersama. Kami berterima kasih atas dukungan dari SD Katolik Trinitas dan semua pihak yang terlibat," katanya.
Selain aksi bersih-bersih, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi mengenai pentingnya pemilahan sampah dan pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi. Bank Sampah Mentari telah aktif memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah, termasuk di SD Katolik Trinitas, tentang cara memilah sampah dan pelatihan pembuatan eco enzyme.
Hari Peduli Sampah Nasional 2025 mengusung tema "Kolaborasi untuk Indonesia Bersih". Tema ini mengingatkan bahwa persoalan sampah membutuhkan sinergi dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Gusti Wirdaningsih berharap dengan adanya kegiatan tersebut, kesadaran masyarakat Barito Timur terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat, serta terjalin kerja sama yang lebih erat antara institusi pendidikan dan komunitas lingkungan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
"Small action for big impact (tindakan kecil untuk dampak yang besar)," ucapnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)









