TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Palangka Raya sukses menggelar Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) dengan metode Computer Assisted Test (CAT) di SMA Negeri 1 Tamiang Layang, Minggu, 23 Februari 2025. Ujian ini diikuti oleh 51 peserta dari berbagai daerah, mencakup Kabupaten Barito Timur, Barito Selatan dan Kabupaten Tabalong.

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfops) Barito Timur, Wayan Cakre.

Dalam sambutanya yang dibacakan Wayan, Kepala Diskominfops Barito Timur, Dwi Aryanto, menegaskan pentingnya kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme calon amatir radio di Barito Timur. Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Palangka Raya dan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) yang memungkinkan terlaksananya ujian ini.

“Pemerintah Kabupaten Barito Timur sangat mengapresiasi upaya seluruh pihak yang telah menyukseskan acara ini. Terima kasih kepada Balai Monitor dan ORARI atas sinergi yang terjalin. Kami berharap para amatir radio dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya dalam penyebaran informasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Dwi Aryanto juga menyoroti penggunaan sistem CAT dalam ujian sebagai langkah modernisasi yang mempercepat proses penilaian dan meningkatkan transparansi hasil ujian. Hal ini menunjukkan bahwa komunitas amatir radio mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengesampingkan nilai-nilai dasar komunikasi.

Sementara itu, Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Palangka Raya, Rohmudin, dalam laporannya mengungkapkan bahwa total peserta ujian mencapai 51 orang, terdiri dari 32 peserta dari Barito Timur, 16 peserta dari Barito Selatan, dan 3 peserta dari Tabalong.

Rohmudin mengapresiasi dukungan dari Pemkab Barito Timur, khususnya Diskominfops, yang memungkinkan terselenggaranya ujian ini dengan lancar. 

“Semoga kolaborasi ini terus berlanjut untuk mendorong kemajuan dunia amatir radio di Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Ujian ini tidak hanya menjadi wadah pengembangan kompetensi bagi calon amatir radio, tetapi juga memperkuat peran mereka dalam mendukung sistem komunikasi darurat, terutama di wilayah terpencil. Dengan metode CAT, diharapkan peserta yang lulus mampu menjadi amatir radio yang kompeten, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)