SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Seorang guru dilaporkan memukul murid yang masih duduk di kelas dua SD di Kecamatan Baamang. Dinas Pendidikan (Disdik) Kotawaringin Timur (Kotim) menyebut pihaknya telah melakukan mediasi namun belum ada titik terang.

"Sudah kami telusuri dan mediasi melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (PSD), korwil, pengawas, kepsek dan PGRI Kecamatan Baamang. Tetapi yang bersangkutan tidak merasa melakukan (pemukulan)," kata Kepala Disdik Kotim Muhammad Irfansyah, Minggu, 23 Februari 2025.

Pihaknya juga sudah memanggil guru tersebut untuk mengklarifikasi kejadian tersebut. Guru tersebut datang bersama pengacaranya dan tetap menyangkal perbuatan pemukulan tersebut.

"Kami juga menyarankan adanya perdamaian kedua belah pihak. Semoga pengacara guru tersebut bisa melakukan apa yang kami minta dengan pihak orang tua siswa untuk menyelesaikan dengan perdamaian," ujarnya. 

Namun, hingga saat ini belum ada kabar hasil perdamaian. Di sisi lain, orangtua murid juga telah menyerahkan kasus ini ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH).

Sebelumnya diberitakan, seorang guru SD di wilayah Kecamatan Baamang berinisial MA dituding memukul siswanya yang masih duduk di kelas dua hingga mengalami lebam dan muntah muntah. 

Menurut orang tua korban didampingi pengacara dari tim hukum dari DPD LBH Intan Januarsyah menceritakan, dirinya baru mengetahui kejadian tersebut dari istrinya yang memberitahu bahwa anak mereka mengalami lebam di pipi sebelah kanan. 

Kasus ini telah dilakukan mediasi sebanyak tiga kali, yaitu di rumah ketua RT sebanyak dua kali dan di Polsek Baamang satu kali. Namun mediasi itu gagal setelah sang guru tersebut menolak untuk meminta maaf karena merasa tidak melakukan pemukulan. (DEWI PATMALASARI/j)