TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Ratusan burung berkicau diikutkan dalam lomba yang digelar Sadewa Bird Club (BC) di Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Minggu, 23 Februari 2025.  Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan diikuti peserta dari berbagai daerah, seperti Barito Timur, Barito Selatan, Tabalong.dan Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Ketua Sadewa BC, Mulyono, mengungkapkan antusiasme peserta terlihat dari jumlah burung yang mengikuti lomba mencapai sekitar 300 ekor. Jenis burung yang dilombakan yaitu kenari, kacer, murai batu dan cucak ijo yang merupakan favorit di kalangan pecinta burung berkicau.

“Lomba ini bukan hanya kompetisi, tapi juga menjadi upaya melestarikan burung berkicau sekaligus mempererat hubungan antarpencinta burung dari berbagai daerah,” ujar Mulyono usai perlombaan.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakat dan memiliki dampak positif terhadap perekonomian lokal, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Dengan adanya lomba seperti ini, pedagang pakan burung, aksesoris sangkar, hingga pedagang kuliner bisa mendapatkan manfaat ekonomi,” tambahnya.

Mulyono menjelaskan bahwa dalam penilaian lomba, juri memfokuskan pada beberapa aspek penting seperti gaya berkicau, kualitas suara, variasi bunyi, serta mental burung saat berlaga. Para pemenang dari setiap kategori berhak membawa pulang piala, piagam penghargaan dan uang tunai.

“Selain lomba ini, Sadewa BC juga rutin mengadakan latihan mingguan untuk meningkatkan performa burung dan mempersiapkan anggota menghadapi berbagai perlombaan skala regional maupun nasional,” katanya.

Ia berharap dukungan dari masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Barito Timur agar ke depan tersedia fasilitas yang lebih memadai untuk menggelar lomba berskala besar. 

“Kami ingin ada gantangan yang lebih besar dan representatif. Dengan begitu, kita bisa mengadakan event di momen penting seperti HUT Kemerdekaan RI, HUT Kabupaten Barito Timur, Hari Bhayangkara, maupun Hari Ulang Tahun TNI,” jelas Mulyono.

Lomba burung berkicau ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi bagi kicau mania, tetapi juga membuktikan bahwa komunitas pecinta burung dapat berperan aktif dalam menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian burung berkicau di Barito Timur. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)