SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Ketahanan Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan menggelar vaksinasi terhadap hewan ternak. Ini salah satu upaya mencegah terjangkitnya penyakit mulut dan kuku pada hewan di wilayah tersebut. 

"Vaksinasi akan dilaksanakan terhadap hewan ternak, kami masih menunggu vaksin dari provinsi," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP Kotim, Endrayatno, Senin, 24 Februari 2025.

Ini ia ungkapkan menanggapi kasus kematian dua ekor sapi yang dibuang di pinggir jalan di wilyah Kabupaten Kotawaringin Barat beberapa waktu lalu. Diduga sapi tersebut terjangkit PMK.

"Kemungkinan iya karena PMK, namun untuk memastikan itu harus uji laboratorium dulu," ujarnya.

Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi penyakit tersebut  masuk ke Kotim pihaknya akan melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak di Kotim. Namun, program vaksinasi ini terhambat karena ketersediaan vaksin masih menunggu pasokan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

"Diperkirakan vaksin akan tiba dalam tiga minggu ke depan. Saat ini, prioritas vaksinasi diberikan kepada wilayah Barsel dan Bartim karena adanya investor sapi perah di sana," jelas Endrayatno.

Setelah vaksinasi di Barsel dan Bartim selesai, barulah vaksinasi dilakukan di kabupaten lain, termasuk Kotim.  Meski demikian, ia memastikan bahwa Kotim masih aman dari penularan. Dalam hal ini pula ia menekankan kebersihan kandang ternak untuk pencegahan. 

"Jadi, wilayah-wilayah tersebut diprioritaskan dulu, baru daerah lain ya seperti Kotim," pungkasnya. (DEVIANA/H)