PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, menekankan pentingnya kerja sama semua pihak untuk menjaga dan mengembangkan potensi ekonomi daerah.

Menurutnya, potensi ekonomi Kalteng yang beragam, meliputi sektor UMKM, perkebunan, pertanian, dan pertambangan, membutuhkan sinergi yang kuat untuk mencapai kemajuan yang optimal.

Junaidi menjelaskan bahwa potensi ekonomi Kalteng yang melimpah harus dikelola dengan baik dan berkelanjutan. Kerja sama yang dimaksud mencakup pemerintah daerah, pelaku usaha, masyarakat, dan pihak-pihak terkait lainnya. Sinergi ini akan menciptakan iklim investasi yang kondusif dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

"Potensi ekonomi Kalteng sangat besar, tetapi perlu dikelola secara sinergis agar hasilnya optimal," kata Junaidi, Senin, 24 Februari 2025.

Ia menambahkan bahwa tanpa kerja sama yang baik, potensi tersebut hanya akan menjadi potensi yang tidak tergali dan tidak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Untuk sektor UMKM, Junaidi menyoroti pentingnya pembinaan dan akses permodalan. Pemerintah daerah perlu memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk dan daya saingnya.

Selain itu, akses permodalan yang mudah dan terjangkau juga sangat diperlukan untuk mendorong pertumbuhan UMKM.

Sementara untuk sektor perkebunan, pertanian, dan pertambangan, Junaidi menekankan pentingnya penerapan teknologi dan pengelolaan yang berkelanjutan. Teknologi modern dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi, sementara pengelolaan yang berkelanjutan akan menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sektor tersebut.

Junaidi berharap semua pihak dapat berkomitmen untuk bekerja sama dalam mengembangkan potensi ekonomi Kalteng.

"Dengan sinergi yang kuat, Kalteng dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Komitmen bersama ini akan menjadi kunci keberhasilan dalam memajukan perekonomian daerah," pungkasnya. (PATHUR/H)