BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Dinas Pendidikan Kabupaten Seruyan resmi menerbitkan kebijakan khusus terkait pelaksanaan pembelajaran selama bulan suci Ramadan 2025. Melalui Surat Edaran, mekanisme pembelajaran di semua jenjang pendidikan, mulai dari PAUD/TK, SD, hingga SMP, telah disesuaikan untuk menjaga keseimbangan antara akademik dan pembentukan karakter siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Seruyan, Rusdi Hidayat, menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.
“Bulan Ramadan adalah momentum bagi peserta didik untuk tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual, moral, dan sosial. Kami berharap kegiatan yang dirancang ini dapat memberikan manfaat besar bagi perkembangan karakter siswa di Kabupaten Seruyan,” ujarnya, Senin, 24 Februari 2025
Dalam surat edaran tersebut tertuang bahwa pembelajaran mandiri dimulai pada 27 dan 28 Februari serta 3, 4, dan 5 Maret 2025, pembelajaran tidak dilaksanakan di sekolah Siswa akan belajar secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, serta masyarakat dengan tugas berbasis karakter dan keagamaan.
Selanjutnya kegiatan pembelajaran di sekolah di mulai 6 hingga 25 Maret 2025, dengan penyesuaian suasana Ramadhan, Pembelajaran di mulai jam 7.30 dengan meniadakan apel pagi dan kegiatan fisik lain nya.
--page
Setiap jam pembelajaran di kurangi 10 menit dan melaksanakan pesantren kilat selama 3 hari pertama di mulai pukul 08.00 – 10.00 WIB
“Selain materi akademik, sekolah akan menyelenggarakan kegiatan keagamaan guna meningkatkan iman, takwa, serta karakter mulia siswa, “
Kemudian libur menyambut Hari Raya Idul Fitri dimulai pada 26, 27, dan 28 Maret serta 2 hingga 8 April 2025 dan kegiatan pembelajaran kembali normal mulai 9 April 2025
“ Libur diharapkan memberikan kesempatan bagi siswa dan tenaga pendidik untuk merayakan Idul Fitri serta mempererat tali silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat, “ ungkapnya
Rusdi Hidayat berharap seluruh peserta didik tetap berdisiplin, baik saat pembelajaran mandiri maupun saat kegiatan pembelajaran di sekolah.
“Jadikan bulan Ramadhan ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan ilmu dan akhlak mulia,” tutur Rusdi Hidayat. (FAHRUL/Y)









