BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS yang telah berganti nama menjadi BPDP telah menjalankan rencana strategis untuk periode 2020-2024 dengan sangat baik. Rencana yang dirancang untuk mewujudkan visi dan misi BPDPKS ini berfokus pada tiga sasaran strategis utama.
"Sasaran pertama adalah perbaikan kesejahteraan petani melalui sejumlah langkah spesifik yang bertujuan meningkatkan dukungan kepada pekebun sawit rakyat serta memperbaiki rantai pasok dan daya saing mereka," kata Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman dalam rilisnya pada Senin, 24 Februari 2025.
Pada bagian pertama dari rencana strategis ini, lanjut Eddy, BPDPKS menargetkan perbaikan dukungan untuk pekebun sawit rakyat dengan meningkatkan ketepatan sasaran strategis. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani kecil. Selain itu, perbaikan rantai pasok dan peningkatan daya saing pekebun rakyat menjadi fokus utama. BPDPKS juga berkomitmen menyediakan layanan informasi yang dibutuhkan oleh pekebun sawit rakyat untuk mengoptimalkan hasil usaha mereka.
"Sasaran kedua dalam rencana strategis BPDPKS adalah stabilisasi harga CPO atau Crude Palm Oil yang dilakukan melalui beberapa langkah konkret. Konsolidasi data luas lahan dan produksi sawit menjadi langkah awal yang penting untuk mencapai stabilisasi harga," tuturnya.
BPDPKS juga akan mempercepat penyerapan sawit domestik serta memperluas pasar ekspor baru untuk memastikan harga CPO tetap stabil dan menguntungkan bagi pekebun sawit.
Untuk memperkuat industri hilir, BPDPKS telah merancang sejumlah langkah strategis yang melibatkan optimalisasi penerimaan dana sawit. Dukungan program konversi sawit untuk green fuel juga menjadi bagian penting dari rencana ini.
"BPDPKS mengharapkan langkah-langkah ini dapat meningkatkan nilai tambah dari industri kelapa sawit nasional serta memberikan dampak positif bagi perekonomian secara keseluruhan," jelas Eddy.
--page
Selain itu, BPDPKS juga berupaya mendorong investasi pada sektor oleokimia yang memiliki potensi besar untuk berkembang. Dengan mendorong investasi pada sektor ini, BPDPKS berharap dapat menciptakan peluang baru bagi perkembangan industri kelapa sawit di Indonesia. Investasi ini diharapkan mampu meningkatkan produksi dan kualitas produk turunan kelapa sawit yang memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional.
"Melalui rencana strategis ini, BPDPKS berkomitmen untuk mencapai sasaran strategis yang telah ditetapkan. Dengan fokus pada perbaikan kesejahteraan petani, stabilisasi harga CPO, dan penguatan industri hilir, BPDPKS optimis dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan industri kelapa sawit di Indonesia serta peningkatan kesejahteraan para pekebun sawit rakyat," katanya. (TESTI PRISCILLA/Y)









