BORNEONEWS, Palangka Raya - Ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah pada Desember 2024 menunjukkan dominasi produk industri dengan total nilai mencapai US$73,89 juta atau 81,44 persen dari total ekspor.
"Komoditas utama hasil industri ini meliputi kelompok lemak dan minyak hewani/nabati, terutama minyak kelapa sawit; kelompok kayu dan produk kayu seperti kayu olahan, barang bangunan dari kayu, kayu lapis, dan panel kayu lainnya; serta berbagai produk kimia termasuk kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Senin, 24 Februari 2025.
Selain hasil industri, komoditas tambang juga menjadi bagian penting dari ekspor melalui pelabuhan Kalimantan Tengah, mencakup 13,03 persen dari total ekspor bulan tersebut. Nilai ekspor komoditas tambang pada Desember 2024 mencapai US$11,82 juta, dengan komoditas utama berupa garam, belerang, dan kapur; bahan bakar mineral seperti batu bara; serta bijih, kerak, dan abu logam seperti bijih timbal dan seng.
"Namun, secara year-on-year, terjadi penurunan layanan ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah sebesar 8,13 persen pada Desember 2024 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Nilai ekspor menurun dari US$98,76 juta pada Desember 2023 menjadi US$90,73 juta pada Desember 2024. Penurunan ini dipengaruhi oleh menurunnya aktivitas ekspor pada berbagai komoditas," jelasnya.
Secara kumulatif, dalam periode Januari hingga Desember 2024, terjadi penurunan ekspor sebesar US$238,14 juta atau 25,35 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023.
"Penurunan ini didorong oleh berkurangnya aktivitas ekspor di ketiga sektor utama, yaitu industri, tambang, dan pertanian," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/j)









