SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diluncurkan pemerintah sebagai kado ulang tahun untuk masyarakat pada 10 Februari lalu yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur (Kotim) belum banyak dimanfaatkan oleh warga setempat. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, mengakui rendahnya minat masyarakat terhadap program ini.  

"Partisipasi masyarakat masih jauh dari harapan.  Oleh karena itu, kami gencar melakukan sosialisasi melalui berbagai cara," ujarnya, Senin, 24 Februari 2025.

Sosialisasi telah dilakukan melalui berbagai media, termasuk pertemuan dan lokakarya dengan lintas sektor, pemasangan informasi di videotron dan spanduk, serta melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok.

Salah satu kendala yang diidentifikasi adalah keharusan menginstal aplikasi SatuSehat Mobile.  Meskipun aplikasi ini penting untuk integrasi data kesehatan dan pemantauan mandiri, hal ini tampaknya menjadi penghalang bagi sebagian masyarakat.  

"Hasil pemeriksaan akan terintegrasi di aplikasi SatuSehat Mobile, sehingga masyarakat bisa memantau kesehatannya sendiri," jelasnya. 

Program CKG menawarkan pemeriksaan kesehatan gratis di setiap Puskesmas, meliputi pemeriksaan faktor risiko penyakit tidak menular, tekanan darah, gula darah, TBC, kesehatan jiwa, skrining kesehatan kerja (SHK), serta pemeriksaan khusus perempuan seperti hemoglobin, kanker payudara, dan kanker leher rahim.

"Kami berharap sosialisasi ini meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin.  CKG merupakan langkah preventif yang sangat baik untuk mencegah berbagai penyakit," tambahnya.

Dinkes Kotim terus berupaya meningkatkan fasilitas dan logistik di Puskesmas agar layanan CKG optimal.  Masyarakat Kotim diimbau memanfaatkan program ini dengan mengunjungi Puskesmas terdekat dan menginstal aplikasi SatuSehat Mobile. (DEVIANA/j)