SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mewaspadai potensi lonjakan harga dan kelangkaan bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1446 H yang diperkirakan jatuh pada 1 Maret dan 1 April 2025.

Asisten II Setda Kotim Bidang Perekonomian dan Pembangunan Alang Arianto menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi untuk menjaga stabilitas harga di pasar.

"Menjelang hari besar keagamaan, permintaan bahan pokok meningkat, berpotensi memicu kenaikan harga," ujar Alang, Senin, 24 Februari 2025.

Itu ia ungkapkan saat memimpin rapat koordinasi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di ruang Anggrek Tewu Setda Kotim. 

Ia meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kotim dan seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja sama memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok. 

Upaya pengendalian inflasi harus efektif agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dengan harga terjangkau.  Pihaknya, memastikan bahan pokok tersedia dan terjangkau, sehingga inflasi di Kotim tetap terkendali. 

"Kami juga mengapresiasi kinerja TPID Kotim yang berhasil menekan inflasi di tahun 2024 ke angka 1,18% year on year, berada di bawah sasaran nasional 2,5% ±1%.  Tapi saya ingatkan juga akan tantangan ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global.  Oleh karena itu, konsistensi dalam pengendalian inflasi sangat penting," ujarnya. 

Pemerintah Kotim berkomitmen untuk memastikan ketersediaan dan harga terjangkau bahan pokok bagi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri mendatang. (DEVIANA/j)