BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ternak di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya, drh Ganjar Priyatno mengatakan bahwa Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK adalah penyakit menular yang menyebar sangat cepat di antara ternak, namun tidak menular ke manusia atau zoonosis.
"Penyakit ini dikenal dengan kecepatan penularannya yang tinggi, terutama di antara sapi. PMK bukan merupakan penyakit zoonosis, yang berarti bahwa penularannya hanya terjadi antara ternak, tidak dari ternak ke manusia," kata drh Ganjar kepada Borneonews pada Senin, 24 Februari 2025.
Tanda umum ternak yang terkena PMK menurut drh Ganjar cukup mudah dikenali. Salah satu gejala khasnya adalah adanya sariawan di mulut yang menyebabkan ternak terus mengeluarkan air liur. Sariawan ini bisa sangat mengganggu dan menyebabkan ternak kesulitan makan.
"Selain sariawan, gejala lain dari PMK adalah luka-luka pada teracak kaki ternak. Dalam kondisi yang parah, kuku kaki ternak bahkan bisa terlepas, yang tentunya sangat menyakitkan bagi ternak," jelasnya.
Luka-luka ini juga menjadi pintu masuk bagi infeksi lain yang bisa memperburuk kondisi ternak.
Ternak yang terinfeksi PMK juga menurutnya akan mengalami demam.
Demam ini disertai dengan penurunan nafsu makan yang signifikan. Penurunan nafsu makan ini bisa menyebabkan penurunan berat badan yang drastis pada ternak, yang pada akhirnya mempengaruhi kesehatan dan produktivitas ternak.
"Meskipun PMK tidak menyebabkan kematian akut, dampaknya sangat merugikan peternak. Penurunan berat badan dan kekebalan tubuh yang dialami ternak membuat mereka rentan terhadap penyakit lain. Ini juga berarti bahwa ternak tidak bisa dijual atau dipakai sebagai sumber makanan selama masa sakitnya," terangnya.
Oleh karena itu sangat penting bagi peternak untuk segera mengenali gejala-gejala PMK pada ternaknya dan mengambil tindakan cepat untuk mencegah penyebaran penyakit ini.
Kewaspadaan dan tindakan cepat dapat membantu meminimalkan dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh penyakit ini.(TESTI PRISCILLA/R)









