BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPR PKPP) Kabupaten Kapuas membeberkan kronologi dan penyebab ambruknya Jembatan Terusan di Desa Terusan Raya, Kecamatan Bataguh yang masih dalam tahap pengerjaan.
Penjelasan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas PUPR PKPP Kapuas, Yan Hendri Ale, didampingi Kabid Bina Marga, Henny, dalam konferensi pers di Aula dinas setempat pada Senin sore, 24 Februari 2025.
Menurut keterangan yang disampaikan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 22 Februari 2025, saat proses pekerjaan lanjutan pembangunan jembatan.
Pada pagi hari pukul 07.30 WIB hingga 11.00 WIB, para pekerja melakukan pemasangan rangka TC pada bagian pelengkung atas (Pelangi) dan HV (Hip Vertical), serta pemasangan baut rangka.
Setelah istirahat siang dari pukul 11.00 WIB hingga 13.30 WIB, pekerjaan kembali dilanjutkan dengan pemasangan bracing dan instalasi pembautannya hingga pukul 16.30 WIB.
"Para pekerja kemudian merapikan peralatan dan memarkir alat berat sebelum kembali ke camp peristirahatan sekitar pukul 17.00 WIB," ujarnya.
Lalu, sekitar pukul 18.00 WIB, suara keras mengejutkan para pekerja yang sedang beristirahat. Saat dicek ke lokasi, ditemukan struktur baja jembatan pelengkung jatuh akibat apar-apar penyangga yang amblas atau mengalami penurunan secara tiba-tiba.
"Kondisi saat itu ditambah dengan permukaan air yang masih tinggi dan arus yang deras karena air mulai surut," tuturnya.
Menyadari situasi tersebut, para pekerja segera melakukan pengamanan untuk mencegah kapal yang melintas menabrak struktur baja yang masih muncul di atas permukaan air.
"Untuk penyebab amblasnya tiang perancah rangka baja diduga akibat daya dukung tanah yang berkurang di titik pemasangan perancah, serta adanya penurunan akibat beban rangka baja yang dipikul," bebernya.
Pekerjaan lanjutan pembangunan Jembatan Terusan sendiri dilaksanakan oleh kontraktor PT Cipta Karya Mitratama Mandiri dengan anggaran sebesar Rp19 miliar lebih.
Pihak terkait saat ini terus melakukan evaluasi dan langkah penanganan lebih lanjut terhadap insiden tersebut. (DODI/R)








