PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Desember 2024, komoditas utama impor Kalimantan Tengah adalah aspal yang masuk dalam kelompok bahan bakar mineral.

"Nilai impor aspal mencapai US$2,44 juta. Selain itu, kelompok pupuk juga menjadi bagian dari komoditas impor dengan nilai sebesar US$0,66 juta. Kedua kelompok barang ini mendominasi impor Kalimantan Tengah pada Desember 2024," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Senin, 24 Februari 2025.

Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, terjadi penurunan nilai impor secara keseluruhan sebesar US$0,87 juta atau sekitar 21,91 persen.

"Penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya nilai impor kelompok bahan bakar mineral, yang mengalami penurunan sebesar US$0,73 juta," katanya. Sementara itu, kelompok pupuk mengalami peningkatan nilai impor sebesar US$0,07 juta.

Peningkatan ini menunjukkan adanya kebutuhan yang lebih besar akan pupuk untuk mendukung sektor pertanian di Kalimantan Tengah.

Meski nilai peningkatannya relatif kecil, hal ini tetap menunjukkan adanya dinamika dalam impor komoditas di provinsi tersebut.

Secara umum, penurunan nilai impor terbesar terjadi pada kelompok bahan bakar mineral, khususnya aspal.

Penurunan ini bisa jadi disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan kebutuhan infrastruktur, penyesuaian harga internasional, atau efisiensi penggunaan sumber daya.

Namun, peningkatan impor pupuk menunjukkan adanya upaya untuk mendukung pertanian dan meningkatkan produktivitas lahan di Kalimantan Tengah.(TESTI PRISCILLA/R)