TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Camat Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Nina Marissa, meresmikan Balai Adat Naruk Muda di Desa Gumpa, Senin, 24 Februari 2025. Peresmian ini menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat dalam melestarikan adat istiadat dan memperkuat jalinan sosial antarwarga.

Pembangunan balai adat tersebut merupakan hasil aspirasi masyarakat yang disalurkan melalui anggota DPRD Barito Timur dari Partai Demokrat, Depe. Dengan adanya dukungan ini, masyarakat Desa Gumpa kini memiliki ruang khusus untuk menggelar berbagai kegiatan adat dan sosial.

“Peresmian hari ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak 15 Februari lalu, diawali dengan ritual adat sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan alam,” ungkap Nina Marissa usai acara peresmian.

Ia menegaskan pentingnya balai adat tidak hanya sebagai tempat bermusyawarah, tetapi juga menjadi wadah edukasi bagi generasi muda untuk memahami dan melestarikan adat istiadat yang diwariskan turun-temurun. 

“Saya berharap balai adat ini dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai pusat kegiatan masyarakat dan dijaga dengan penuh tanggung jawab oleh seluruh warga Desa Gumpa,” pesannya.

Acara peresmian berlangsung meriah dengan dihadiri Kabid Kebudayaan Disbudparpora Barito Timur, tokoh adat, perangkat desa dan masyarakat setempat. Prosesi adat yang sarat makna menambah kekhidmatan acara, sekaligus mempertegas identitas budaya masyarakat Gumpa.

Di sisi lain, Kepala Desa Gumpa, Imanuel, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Barito Timur atas terwujudnya balai adat tersebut. Ia menilai keberadaan balai adat menjadi simbol kuatnya komitmen masyarakat dalam menjaga kearifan lokal.

“Balai adat ini akan menjadi pusat kegiatan adat, tempat bermusyawarah, serta sarana mempererat tali persaudaraan di antara warga. Kami berharap masyarakat semakin menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadat,” ujar Imanuel.

Tak lupa, ia juga menyampaikan aspirasi masyarakat dan penghulu adat Desa Gumpa agar pemerintah daerah ke depannya dapat membantu merehabilitasi Balai Basarah Hindu Kaharingan yang menjadi bagian penting dari warisan budaya lokal.

Dengan hadirnya Balai Adat Naruk Muda, masyarakat Desa Gumpa kini memiliki ruang yang lebih representatif untuk menjaga tradisi dan mempererat solidaritas sosial dalam kehidupan bermasyarakat. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)