BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, melaporkan adanya peningkatan signifikan dalam frekuensi penerbangan di wilayah tersebut selama Desember 2024. Menurut data yang dirilis BPS Kalteng, jumlah penerbangan meningkat sebesar 6,25 persen dibandingkan November 2024, dari 1.296 penerbangan menjadi 1.377 penerbangan. Peningkatan ini menunjukkan tren positif dalam aktivitas transportasi udara di provinsi tersebut, terutama menjelang akhir tahun yang biasanya dipenuhi dengan liburan dan perjalanan bisnis.
Agnes Widiastuti menjelaskan bahwa kenaikan frekuensi penerbangan ini tidak hanya lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya, tetapi juga melampaui angka pada bulan yang sama di tahun-tahun sebelumnya.
"Frekuensi penerbangan pada Desember 2024 lebih tinggi dibandingkan Desember 2023 dan Desember 2022," kata Agnes pada Selasa, 25 Februari 2025.
Hal ini menunjukkan pemulihan yang berkelanjutan dalam industri penerbangan setelah pandemi, serta meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat di Kalimantan Tengah.
Menurut Agnes, ada beberapa faktor yang memengaruhi peningkatan frekuensi penerbangan ini. Salah satu penyebab utamanya adalah peningkatan permintaan perjalanan selama musim liburan akhir tahun. Selain itu, pembangunan infrastruktur di Kalimantan Tengah, termasuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), turut mendongkrak aktivitas ekonomi dan pariwisata di wilayah tersebut.
"Kami melihat adanya lonjakan penumpang, baik untuk tujuan wisata maupun bisnis, yang membuat maskapai menambah jadwal penerbangannya," tambahnya.
Tren positif ini juga mencerminkan optimisme dalam sektor perekonomian Kalimantan Tengah. Dengan semakin banyaknya penerbangan, aksesibilitas ke daerah-daerah strategis di provinsi ini menjadi lebih mudah. Hal ini tentunya memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal, terutama dalam hal perdagangan, investasi, dan pariwisata. Agnes menegaskan bahwa konektivitas udara yang baik merupakan salah satu kunci untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah.
Namun demikian, Agnes juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas layanan penerbangan agar dapat memenuhi harapan masyarakat. Dengan peningkatan frekuensi penerbangan, tantangan seperti manajemen bandara, keselamatan penerbangan, dan kenyamanan penumpang harus menjadi prioritas.
"Kami berharap semua pihak terkait, termasuk maskapai dan otoritas bandara, dapat bekerja sama untuk memastikan bahwa peningkatan ini berjalan dengan lancar tanpa mengorbankan aspek keselamatan," katanya.(TESTI PRISCILLA/j)









