BORNEONEWS, Sampit — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan evaluasi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 melalui Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan surat Ketua KPU RI tertanggal 13 Februari 2025, yang meminta provinsi dan kabupaten/kota untuk melakukan evaluasi melalui diskusi kelompok terfokus.
"Sebelum FGD, KPU telah menyebarkan kuesioner berisi sejumlah pertanyaan sebagai indikator evaluasi. Setelah kuesioner itu dijawab, FGD ini digelar untuk memvalidasi data yang telah disampaikan sebelumnya,” kata Ketua KPU Kotim, Muhammad Rifqi, Senin, 24 Februari 2025.
Dalam FGD tersebut, dibahas empat topik utama, yakni tahapan pemilihan, non-tahapan, kelembagaan, dan faktor eksternal.
Masing-masing komisioner KPU diminta menyampaikan catatan dan review terkait pelaksanaan Pilkada 2024. Termasuk isu-isu penting seperti pemutakhiran data pemilih, sosialisasi, peningkatan partisipasi pemilih, pengelolaan SDM badan ad hoc, teknis pencalonan, pemungutan dan penghitungan suara, hingga tata kelola logistik dan penegakan kode etik penyelenggara.
“Dari hasil evaluasi, kami menerima banyak masukan dan saran dari berbagai instansi terkait seperti Bawaslu, Kesbangpol, Kejaksaan, Badan Pengelola Keuangan dan Anggaran Daerah, serta partai politik,” tambah Rifqi.
Salah satu poin penting yang menjadi sorotan adalah pemutakhiran data pemilih dan memastikan hak pilih masyarakat. KPU Kotim didorong untuk meningkatkan sinergi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dalam memastikan warga yang memenuhi syarat sebagai pemilih bisa menggunakan hak pilih mereka pada hari pemilihan.
“Kolaborasi dengan Disdukcapil menjadi penting, terutama dalam pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Kami juga mendorong program jemput bola administrasi kependudukan agar masyarakat yang sudah memenuhi syarat, seperti berusia 17 tahun atau sudah menikah, memiliki identitas kependudukan yang valid. Agar saat pemilihan bisa menggunakan haknya,” ujarnya.
Dalam evaluasi tersebut disebutkan bahwa pelaksanaan Pilkada 2024 di Kotim berjalan dengan baik. Minimnya keberatan baik dari penyelenggara maupun pihak eksternal menjadi bukti bahwa proses pilkada berjalan lancar dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. (DEWI PATMALASARI/j)









