PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada tahun 2025, Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP Kelapa Sawit akan terus menggenjot pelaksanaan Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR guna meningkatkan produktivitas sawit di Indonesia. Kepala Divisi Perusahaan BPDP, Achmad Maulizal menyoroti pentingnya PSR karena tanpa program ini, produktivitas sawit nasional akan terus menurun.

"Saat ini, produktivitas petani sawit hanya berkisar antara 2,5-3 ton per hektare per tahun," kata Maulizal pada Selasa, 25 Februari 2025.

Selain itu, BPDP juga merancang program pengembangan sumber daya manusia atau SDM di sektor perkebunan dengan target sebanyak 27.000 peserta.

"Program ini meliputi 4.000 penerima beasiswa bagi mahasiswa baru, 15.000 peserta pelatihan perkebunan kelapa sawit, 3.000 peserta pelatihan perkebunan kakao, dan 5.000 peserta pelatihan perkebunan kelapa. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM di sektor perkebunan," katanya.

Dalam hal penelitian dan pengembangan, lanjut Maulizal, BPDP menargetkan 110 paket riset yang akan dikerjakan sepanjang tahun 2025. Program penelitian ini akan dilakukan dengan kerja sama antara BPDP dan Asosiasi Inventor Indonesia (AII) untuk mengkomersialisasikan hasil riset serta memperluas bidang penelitian pada komoditas kakao dan kelapa. Langkah ini diambil untuk mendorong inovasi dan pengembangan produk perkebunan yang berkelanjutan.

"Untuk program peremajaan perkebunan, BPDP menargetkan replanting seluas 120.000 hektare untuk kelapa sawit, 5.000-10.000 hektare untuk kakao, dan 5.000-10.000 hektare untuk kelapa. BPDP berharap langkah ini dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sektor perkebunan di Indonesia," katanya.

Di bidang sarana dan prasarana, BPDP akan mendukung intensifikasi lahan melalui penyediaan pupuk dan pestisida. Selain itu, upaya promosi perkebunan juga akan dilakukan melalui perluasan pasar ketiga komoditas tersebut melalui pameran dagang. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk perkebunan Indonesia di pasar global.

Sementara itu, dalam program insentif biodiesel, BPDP akan menyalurkan dana program Public Service Obligation (PSO) sebesar 7,55 juta kiloliter. Dengan serangkaian program tersebut, BPDP optimis dapat memberikan kontribusi signifikan bagi sektor perkebunan dan energi nasional pada tahun 2025. (TESTI PRISCILLA/j)